Suara.com - Meski sudah berusaha maksimal untuk melindungi data pribadi, tapi faktanya tidak ada yang 100 persen yang aman di dunia digital, ditambah semakin banyak kasus data bocor di masyarakat.
Hal ini diungkap langsung Analis Data Tata Kelola Keamanan Siber Diskonfotik Provinsi Bali Ronald Ommy Yuliyantho, bahwa sangat penting mengurangi risiko data bocor atau tersebarnya data pribadi di dunia digital.
“Tidak ada yang aman 100 persen di dunia digital yang bisa kita lakukan mengurangi resiko dengan kewaspadaan jangan memberikan data pribadi kita, makin banyak fitur keamanan makin susah akun kita diretas, selalu berpikir kritis dengan semua yang ada diinternet,” ucap Ronald dalam webinar Cakap Digital, melalui keterangan yang diterima suara.com, Senin (18/7/2022).
Adapun data pribadi ini berupa data-data yang bersifat rahasia seperti nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), alamat, email, nomor handphone, nama ibu, dan termasuk juga data-data keuangan.
Sedangkan jika data pribadi ini bocor, maka rentan terjadi penipuan yang merugikan materi hingga penyebaran informasi pribadi di dunia maya.
Sehingga setiap pengguna akun digital di media sosial atau platform belanja online seperti e-commerce, wajib mencegah data bocor dengan cara membuat password atau kata sandi yang kuat saat membuat akun di platfom manapun.
Termasuk juga tidak mengunggah foto KTP dan memahami setiap ketentuan yang berlaku pada aplikasi yang diinstal.
Ronald menambahkan, selain dilarang menyebarkan data pribadi pengguna media digital atau media sosial juga dilarang menyebarkan data orang lain.
Apalagi dengan Undang-undang Informasi dan Teknologi atau UU ITE, menyebarkan data orang lain dianggap melanggar etika dan bisa dikenakan sanksi.
Baca Juga: DPR Klaim Sudah Rampungkan Pembahasan RUU PDP dengan Pemerintah
“Kendalikan diri dengan etis di ruang digital, saling menjaga keamanan dan provasi orang lain jangN sesumbar, oversharing yang bisa berbahaya juga bagi kita,” tambah Manager Ceritasantri.id, Ainatu Masrusin, di acara yang sama.
Terakhir yaitu adanya keharusan mempraktikan san berperilaku di ruang digital sesuai dengan asas Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Di ruang digital kita mewujudkan kesetaraan sambil mengembangkan literasi. Kita sekarang ini sebagai bangsa harus hadir dengan bermartabat,” sambung Ketua ASPIKOM Wilayah NTT 2022-2025 Yermia Djefri Manafe.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
5 Parfum Mykonos yang Cocok untuk Sekolah, Wanginya Fresh dan Tidak Menyengat
-
Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Taurus Makin Serius, Leo Ketemu Sosok Menarik?
-
4 Skincare Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Bantu Samarkan Noda Hitam
-
5 Moisturizer Alternatif SK-II Skinpower Airy Cream untuk Kulit Kenyal dan Awet Muda
-
Link Daftar Rekrutmen Bintara TNI-AU Gelombang II 2026, Gratis!
-
FJGS 2026 Kembali Ramaikan HUT Jakarta, Saatnya Warga Berburu Promo dan Nikmati Festival Kota
-
Kenapa Tidak Boleh Potong Kuku Sebelum Idul Adha? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
5 Pilihan Lip Balm SPF 50 untuk Cegah Bibir Gelap dan Kering
-
9 Rekomendasi Sunscreen Serum untuk Anti Aging dan Mencerahkan Wajah
-
5 Foundation SPF 50 untuk Tutupi Noda Hitam dan Lindungi Kulit dari Sinar UV