Suara.com - Bola ubi jadi salah satu camilan khas asal Bandung, Jawa Barat. Berwarna kuning dan berbentuk bulat dengan dalaman yang kopong alias tidak memiliki isian.
Meski terlihat mudah, membuat bola ubi yang enak memang susah-susah gampang, memerlukan trik dan cara khusus.
Dikatakan Chef The Hills, Chairul Anwar untuk membuat rasa bola ubi terasa lembut, maka pastikan sebelum dibentuk bulat, ubi sudah direbus dengan matang.
"Jadi kalau emang mau dijadiin pastikan ubinya direbus sampai matang, harus benar-benar di make sure, yang nanti sebelum dibentuk itu udah bagus gitu hasilnya," ujar lelaki yang akrab disapa Chef Irul di The Hills, Daong Eco Park, Pancawati, Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/7/2022).
Adapun untuk memastikan ubi sudah direbus dengan matang, yaitu dengan cara mengetesnya seperti pada kentang rebus.
"Tanda melihat ubi udah matang itu hampir sama kaya kentang, seperti ngetes kentang. Jadi kalau misalkan ubi udah matang, itu ditusuk terus diangkat itu dia pasti turun, itu tandanya matang," jelasnya.
Kondisi ubi turun setelah direbus ini, menandakan bahwa dalam ubi sudah lembek atau lunak dan menjadikan kudapan jadi lebih lembut.
Metode memasak ubi ini, ia terapkan dalam salah satu menu dessert The Hills, yakni bola ubi madu yang terbuat dari ubi cilembu sehingga rasanya lebih manis.
Seperti diketahui ubi cilembu memiliki rasa dan tekstur yang unik karena teksturnya yang lembut dan lebih manis, menjadikan ubi cilembu kerap disantap hanya dengan cara direbus tanpa tambahan bumbu apapun.
Baca Juga: Curhat Kangen Traveling, Gaya Chef Marinka Malah Dibilang Mirip Mario Bros
Namun untuk menu bola ubi madu di The Hills, isiannya yang tidak kosong dan berisi full ubi, ditambah gula aren yang dimasukan sebagai isian.
Tapi uniknya, bola ubi ini disajikan hangat bersama dengan es krim sehingga saat disantap bersamaan, sensasi krispi di luar bola ubi hangat bersama dengan dinginnya es krim terasa sangat meleleh dan unik di lidah, sangat cocok dijadikan makanan penutup usai hidangan utama atau makanan berat.
Tag
Berita Terkait
-
Dua Alumni MasterChef Indonesia Menyusuri Cerita di Balik Kuliner Daerah
-
Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol
-
Adu Resep Ayam Aldi Taher vs Chef Hideki, Siapa Lebih Kreatif?
-
Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial
-
Chef Arnold Pilih Mundur sebagai Juknis MBG: Programnya Sangat Rumit
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya