Suara.com - Prevalensi perokok anak terus naik setiap tahunnya, pada 2013 prevalensi perokok anak mencapai 7,20 persen, kemudian naik menjadi 8,80 persen tahun 2016, 9,10 persen tahun 2018, 10,70 persen tahun 2019. Jika tidak dikendalikan, prevalensi perokok anak akan meningkat hingga 16 persen di tahun 2030.
Oleh karena itu, rogram GEN AKTIF diinisiasi oleh BenihBaik.com, sebuah lembaga crowdfunding terpercaya di Indonesia, kini berupaya menginspirasi dan mengedukasi remaja di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan potensi diri dengan membangun gaya hidup yang sehat dan kreatif, salah satunya dengan menjauhi rokok.
Dalam keterangannya, Founder dan CEO BenihBaik.com Andy F. Noya mengatakan bahwa, permasalahan merokok di kalangan remaja menjadi perhatian utama dan penyelesaiannya membutuhkan kerja sama dari semua pihak, mulai dari orang tua hingga guru dan tenaga pendidikan, peritel, dan pihak swasta.
"Salah satu fokus utama dari program GEN AKTIF adalah himbauan larangan merokok bagi para remaja di Indonesia dengan cara membentuk kebiasaan yang positif seperti edukasi gaya hidup sehat, melakukan kegiatan olahraga atau kesenian, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan keluarga melalui berbagai lokakarya," kata Andi.
Program GEN Aktif ini ditujukan bagi pelajar SMP dan SMA, serta guru dan tenaga pendidikan di Kota Bandung. Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus merupakan salah satu kota pendidikan di Indonesia. Kota yang dinamis ini merupakan salah satu pusat lahirnya berbagai aktivitas yang kreatif dan menyenangkan.
"Oleh karena itu, kami sangat bersemangat untuk mengedukasi dan memberikan wawasan baru bagi para remaja agar menjadi generasi yang sehat dan kreatif," ungkap Andy F. Noya.
Program GEN AKTIF yang digelar di Kota Bandung kali ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Bandung dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.
Sementara itu, program pelatihan yang menjadi rangkaian kegiatan GEN AKTIF di Kota Bandung yang ditujukan untuk siswa SMP berlangsung dari tanggal 29 Agustus - 1 September 2022 dan diikuti oleh delapan sekolah. Terdiri dari dua sekolah untuk masing-masing wilayah Bandung Utara, Bandung Selatan, Bandung Timur, dan Bandung Barat.
"Kami harap program ini dapat menjadi acuan bagi seluruh masyarakat dalam mengedukasi para remaja untuk membentuk kebiasaan yang sehat dan kreatif. Mudah-mudahan benih yang kami tanam ini dapat tumbuh menjadi generasi yang luar biasa hebat di Kota Bandung,” tutup Andy F Noya.
Baca Juga: Bahas Anak Sule, Tangisan Nathalie Holscher Pecah: Gak Tahu, Dia Berubah
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL