Suara.com - Social butterfly merupakan istilah untuk menggambarkan interaksi seseorang yang terbuka dan ramah pada orang lain. Orang yang dijuluki social butterfly biasanya bersikap lebih terbuka dan suka berbicara.
Seorang social butterfly umumnya sangat mudah berteman dengan siapa pun. Mereka cepat membaur dengan lingkungan baru. Tak heran, mereka bisa dengan mudahnya punya kenalan dan memperluas lingkaran pertemanan.
Hanya saja, sifat ini kadang bisa menjadi masalah saat seseorang menjalin hubungan asmara, termasuk bagi pasangan suami-istri. Tidak semua orang merasa baik-baik saja saat pasangannya tampak gampang akrab dengan orang lain.
Inilah yang dirasakan seorang pria yang tidak disebutkan identitasnya, dikutip dari Times of India. Lewat kolom Ask the Expert, dia menceritakan soal betapa berat menjadi suami dari seorang social butterfly.
"Saya ingin istri saya berhenti berbicara dengan teman-teman saya,” ungkap pria tersebut.
Pria ini mengeluhkan istrinya yang berhubungan akrab dengan teman-temannya. Ini bukan soal cemburu buta dan dia sebenarnya tidak masalah jika istrinya berkawan dengan temannya. Namun, dia merasa tidak nyaman dengan apa yang mereka obrolkan.
"Saya sedikit tidak suka karena mereka mendiskusikan lelucon pribadi di depan saya setiap kali kami bertemu dan saya merasa malu," curhat pria ini.
Pria itu lalu meminta saran dengan bertanya, "Bagaimana saya harus memberitahunya bahwa dia harus menjauh dari teman-teman saya, tanpa membuatnya terdengar seperti masalah besar?"
Curhat pria ini ditanggapi psikolog bernama Ishita Mukerji. Pertama, si pria ini diminta memahami sifat ekstrovert istrinya. Mungkin sang istri hanya ingin bisa membaur dengan lingkaran pasangannya. Walau begitu, tentu perlu ada batasan-batasan tertentu yang disepakati bersama.
Baca Juga: 4 Tantangan Saat Menjalin Hubungan Asmara dengan Anak Tunggal
Satu-satunya solusi adalah membicarakan masalah ini secara terbuka. Si pria disarankan mengatakan pada istrinya bahwa obrolan tersebut terasa mengganggu. Pihak suami juga perlu membuat istrinya mengerti mengapa hal-hal seperti itu dinilai kurang pas.
"Nada bicara Anda ketika Anda berbicara dengannya harus sehalus dan sejelas mungkin karena mungkin dia tidak mengerti bahwa itu mengganggu Anda," kata Ishita.
"Buat dia menyadari bahwa dia tidak harus memutuskan kontak, hanya sedikit lebih sadar tentang jenis percakapan yang dia lakukan dengan lingkaran Anda, kapan pun itu menyangkut Anda," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Apakah Cushion OMG Cocok untuk Kulit Berjerawat? Kenali Klaimnya sebelum Membeli
-
Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?
-
Beli Pulsa dan Paket Data Indosat di BRImo Dapat Cashback 10 Persen
-
Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit dan Pemimpin yang Tak Bekerja
-
Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem
-
Kaget Tiga Kepala Dinas Ikut Diperiksa KPK, Ini Dalih Plt Bupati Sukoharjo
-
Review Good Partner: Saat Berpisah Ternyata Bisa Jadi Bentuk Tanggung Jawab
-
Cegah Kesewenang-wenangan, DPR Jaga Keseimbangan Hak Negara dan Individu di RUU Perampasan Aset
-
Chery J6T CSH Sudah Bisa Dipesan, Siap Tempuh Jakarta - Banyuwagi Dalam Sekali Pengisian
-
Sukses Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Raih Apresiasi Pemerintah atas Penyaluran KUR Perumahan