Suara.com - Berbicara mengenai keluarga Kerajaan Inggris, pasti tidak lepas dengan gaya hidupnya yang dinilai berbeda, salah satunya makanan yang dikonsumsi. Biasanya keluarga kerajaan memiliki hidangan yang mewah dan istimewa untuk disajikan.
Namun, rupanya untuk makanan Raja Charles III sedikit berbeda. Sama seperti masyarakat pada umumnya, Raja Charles III sangat memilih untuk makanan yang dikonsumsinya. Pasalnya Raja Charles III memiliki beberapa makanan dan minuman yang ia tolak untuk dikonsumsi.
Melansir laman News18, berikut terdapat beberapa makanan dan minuman yang Raja Charles III tolak untuk dikonsumsi. Apa aja sih?
Foie Gras
Rupanya Raja Charles III menolak untuk mengonsumsi Foie Gras. Perlu diketahui, Foie Gras merupakan hidangan mewah asal Prancis yang terbuat dari hati bebek atau angsa yang diperbesar. Hidangan satu ini juga telah dilarang di dapur kerajaan sejak 2008 lalu.
Makanan ini juga menuai kontroversi hingga saat ini. Hal ini karena bahan untuk membuat Foie Gras bertentangan dengan kesejahteraan hewan.
Kopi
Siapa yang gemar minum kopi? Minuman yang sangat populer ini rupanya ditolak oleh Raja Charles III. Dikatakan, Raja Charles III lebih menyukai minum teh dibandingkan kopi. Ia juga mengonsumsi teh dengan jenis yang berbeda-beda. Bahkan, Raja Charles III disebut sangat gemar mengetahui berbagai jenis teh.
Cokelat
Baca Juga: Kata Dokter Zaidul Akbar, Menyantap Makanan yang Masih Panas ternyata Berbahaya untuk Kesehatan
Tidak hanya kopi, Raja Charles III rupanya menolak untuk mengonsumsi cokelat. Padahal mendiang Ratu Elizabeth II sangat menyukai cokelat. Lebih parahnya lagi, ia juga tidak tahan jika harus melihat cokelat. Oleh sebab itu, para koki di Kerajaan sangat berhati-hati untuk menghindari cokelat dalam membuat hidangan penutup.
Biskuit kue
Pada dasarnya Raja Charles III menyukai kue yang terbuat dari mentega, biji-bijian, dan kentang. Namun, ketika itu sudah menjadi biskuit ia biasanya akan menolak. Meski demikian, terkadang Raja Charles III tetap mencobanya, terutama biskuit yang telah dihangatkan pada suhu tertentu.
Daging dan Susu
Untuk daging dan susu pada dasarnya bukan berarti Raja Charles III tidak menyukainya. Namun, ia memiliki hari untuk menolak makanan dan minuman ini demi mendukung kebiasaan makan berkelanjutan.
Dikatakan Raja Charles III akan tidak mengonsumsi daging atau ikan dua hari seminggu. Sementara untuk susu, ia tidak mengonsumsinya satu hari dalam seminggu. Tidak hanya itu, untuk daging dan susu sendiri juga memiliki cara khusus untuk pengolahannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
Profil Zian Fahrezi Qori Cilik dari Bima, Juara Dunia MTQ di Irak dan Sederet Prestasinya
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
Ramalan Keuangan Zodiak 14 Februari 2026: 6 Zodiak Ini Makin Cuan di Hari Valentine
-
30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos
-
Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya
-
Fokus Konservasi Budaya dan Lingkungan, Siak Perkuat Pariwisata Berkelanjutan
-
Menemukan Diri di Tengah Hutan: Mengapa Ubud Populer Jadi Tempat Healing