Suara.com - Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Diabetes dapat menyebabkan gangguan sistem peredaran darah, kekebalan tubuh, dan masalah pada saraf. Oleh karena itu, penderita diabetes harus benar-benar memperhatikan makanan yang dikonsumsinya.
Penderita diabetes harus mengurangi makanan yang mengandung tinggi kalori dan indeks glikemik yang tinggi, salah satunya adalah nasi putih. Namun, penderita diabetes tidak harus menghentikan konsumsi karbohidrat.
Ada beberapa makanan pengganti nasi putih yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes. Simak ulasannya berikut ini.
1. Nasi Merah
Nasi merah menjadi makanan yang populer untuk para penderita diabetes. Tekstur pada nasi merah juga tidak jauh berbeda dengan nasi putih pada umumnya.
Nasi ini memiliki risiko lebih rendah dari nasi putih yang dapat meningkatkan risiko diabetes semakin buruk. Pengurangan risiko pada penderita diabetes saat mengonsumsi nasi merah adalah hingga 16 persen.
2. Oat
Makanan pengganti nasi putih yang kedua adalah oat. Oat merupakan jenis gandum yang mengandung tinggi serat yang mampu mengontrol kadar gula dalam tubuh.
Satu ons oat mengandung 14 gram karbohidrat dan 2,5 gram serat yang bisa menjadi pilihan pengganti nasi bagi penderita diabetes. Namun selalu waspada terhadap oatmeal instan yang telah melalui banyak proses kimia.
Baca Juga: 5 Pantangan Makanan untuk Penderita Diabates, Manisnya Bisa Berbahaya
3. Ubi jalar
Ubi jalar merupakan makanan yang mengandung karbohidrat sebagai pengganti nasi putih bagi penderita diabetes. Ubi jalar tidak akan membuat gula darah penderita diabetes melonjak tiba-tiba. Sebaliknya, ubi jalar sangat baik dikonsumsi karena mengandung beta karoten yang mampu mencegah berbagai penyakit.
4. Jagung
Jagung kaya akan serat, magnesium dan berbagai macam jenis vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Jagung cocok menjadi makanan pengganti nasi putih untuk penderita diabetes.
Bagi penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi olahan jagung sebagai pengganti nasi putih, salah satunya adalah jagung kukus. Anda dapat menambahkan berbagai jenis makanan yang tinggi protein agar mendapatkan nutrisi yang lengkap.
5. Kentang
Berita Terkait
-
5 Pantangan Makanan untuk Penderita Diabates, Manisnya Bisa Berbahaya
-
Ingin Bisa Tetap Nikmati Manisnya Hidup, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Diabetesi
-
Ini 7 Manfaat Habbatussauda, Baik untuk Penderita Diabetes
-
Dokter Minta Pasien Diabetes Tak Gunakan Sandal Jepit untuk Cegah Luka, Beneran Bisa Bikin Amputasi?
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Foundation Viva Apakah Tahan Lama? Ini Penjelasan dan 2 Pilihan Produk yang Awet
-
Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?
-
2 Hair Tonic dengan Oleanolic Acid yang Efektif Atasi Rambut Rontok Rekomendasi Dokter
-
Sunscreen Viva SPF Berapa? Ini Formula dan Review Penggunanya
-
Cara Membuat NIB Mudah dan Gratis, Pedagang Online Kini Wajib Punya
-
4 Buku Tulis Sekolah yang Tebal dan Murah, Tak Perlu Ribet Pasang Sampul Lagi!
-
5 Rekomendasi Suplemen Magnesium untuk Atasi Insomnia dan Mengurangi Stres
-
Bingung Pilih Foundation Viva Cosmetics? Ini 3 Rekomendasi, Perbedaan, dan Review Pembeli
-
Parfum Careso yang Wanginya Paling Enak Varian Apa? Ini 3 Pilihan Favorit Owner
-
Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?