Suara.com - Di pasaran, ramai beredar skin care beretiket biru yang tercantum dalam kemasan. Namun, sebenarnya apa sih makna etiket biru tersebut? Beginilah penjelasannya.
Skin care saat ini menjadi salah satu kebutuhan yang banyak diburu konsumen. Tingginya permintaan akan skin care membuat produsen berlomba-lomba memaksimalkan peluang yang ada untuk mendapatkan keuntungan.
Sebagai konsumen, masyarakat tentu merasa senang dengan banyaknya pilihan skin care yang bisa digunakan yang dijual bebas di pasaran offline maupun online.
Konsumen harus lebih cerdas dan teliti dalam membeli skin care yang terjual bebas di pasaran. Salah satunya yang wajib diperhatikan adalah skin care dengan etiket biru yang dijual bebas di pasaran.
Etiket sendiri adalah penandaan obat yang diberikan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik atau juga praktek dokter.
Di media sosial, sejumlah dokter juga banyak yang memberikan perhatian untuk banyaknya skin care yang beredar bebas dengan etiket biru.
"Etiket biru juga berarti bahwa obat ini adalah obat resmi yang berarti harus memenuhi sejumlah syarat," kata dokter yang juga seorang selebgram, Kevin Samuel Marpaung, di akun Instagram pribadinya.
"Obat racikan ini hanya boleh diresepkan dokter, obat harus diracik oleh apoteker berdasarkan resep dari dokter dan dikeluarkan oleh apotek resmi yang bersertifikat," imbuhnya.
Perhatikan Beberapa Hal Sebelum Memilih Skin Care
Oleh karena itu, dia menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan konsumen dalam memilih skin care yang dijual bebas di pasaran. Mulai dari merek, siapa produsennya, hingga nomor BPOM untuk memastikan keamanan.
"Perhatikan mereknya, jangan asal pilih yang nggak jelas. Kemudian perhatikan pula komposisinya juga siapa produsennya. Yang pasti penting juga no BPOM yang bisa kita cek di website BPOM untuk memastikan obat aman tidak untuk digunakan," ujar Kevin Samuel Marpaung.
Pendapat senada juga diungkapkan oleh dokter Nicho Saputra Nugraha yang tak lain adalah Host of Dokter Traveler Trans TV. Pengecekan ini penting agar terhindar dari bahan-bahan berbahaya.
"Harus diketahui bahwa obat beretiket biru tidak boleh dijual secara bebas," ujar Nicho.
"Perhatikan produsennya, cek no BPOM yang bisa kita cek langsung di website resminya untuk memastikan aman tidaknya untuk digunakan," lanjutnya.
"Hati-hati juga embel-embel krim racikan dokter dan beretiket biru. Karena ini bisa jadi salah satu upaya memasukkan bahan berbahaya seperti hydroquinone," tuturnya menambahkan.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten
-
Bukan Cuma Soal Teknologi Canggih, Ini yang Harus Disiapkan Dokter Sebelum Operasi Robotik
-
10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara