Suara.com - Buntut dari aksi penganiayaan terhadap David yang dilakukan Mario Dandy Satrio, anak dari Pejabat Eselon II DJP Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo, membuat ajakan aksi tolak bayar pajak menggema di Twitter.
Mario sendiri sudah diamankan pihak berwajib karena menganiaya David hingga terbaring koma di rumah sakit. Disebut-sebut motif perkelahian dipicu oleh pacar Mario, Agnes Gracia Haryanto yang sakit hati atas perlakuan David.
Hingga kini, polisi masih mendalami dan menyelidiki kejadian yang sebenarnya terjadi, hingga Mario tega melayangkan pukulan brutal pada David sampai tidak sadarkan diri.
Meski sang ayah, Rafael Alun sudah menyampaikan permohonan maaf, dan jabatannya dicopot. Namun tidak bisa meredam kemarahan publik. Termasuk ramainya ajakan tidak membayar pajak.
"Saya Rafael Alun Trisambodo orang tua Mario Dandy dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada mas David dan orang tua keluarga besar bapak Jonathan," ujar Rafael dalam video yang dibagikan Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu.
Kepala Bagian Umum DJP Jakarta Selatan II itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar PBNU dan GP Ansor karena aksi anaknya telah menyebabkan David mengalami luka serius.
Sedangkan di media sosial berbagai cuitan lucu diutarakan warganet, terkait ajakan untuk tidak membayar pajak.
"Saya putuskan, selama si Mario Dandy Satriyo sang anak pejabat pajak nggak dihukum seberat beratnya. Saya tidak mau bayar pajak," ungkap @AAndry***** lengkap emoji marah dan huruf kapital.
"Bisa refund pajak kendaraan nggak sih, lumayan Mio J di rumah sudah 11 kali bayar pajak, nggak apa-apa balik setengahnya juga," timpal @INTIH****.
Baca Juga: Mario Dandy Satrio Alumni SMA Taruna Nusantara? Pihak Sekolah Buru-buru Beri Pernyataan Begini
"Aku menangis pas tahu rubiconnya belom bayar pajak, sedangkan gue setiap bulan harus bayar ppn 11% kalau telat satu hari aja langsung kena denda," celoteh @hendyw******.
"Mana itu petisi 'nggak akan bayar pajak sebelum seluruh pegawai pajak juga bayar pajak," ungkap @emil****.
"Mobil Anak Pejabat Pajak, Belum Bayar Pajak, Masyarakat Disuruh Taat Pajak, Tapi di Internal Ngemplang Pajak," tulis @achmad******.
"Jika ditjen Pajak masih mau dihargai oleh para WP yg taat bayar pajak, saya harap pejabat ini hrs ditindak tegas. Buktikan drmana harta yg gk masuk akal itu & kasih alasan logis, knp kami WP terus dihimbau jujur bayar pajak sdgkn pejabatnya malah gk jujur dan menyakiti hati WP," ungkap @tant*** dengan bijak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Skincare Pepaya Apakah Sudah BPOM? Ini 4 Rekomendasi untuk Mencerahkan Wajah
-
Berapa Bayar Zakat Fitrah Tahun Ini? Cek Nilainya Dalam Rupiah Menurut BAZNAS
-
Apakah Boleh Puasa Pakai Obat Tetes Mata? Ini 5 Rekomendasi yang Aman
-
7 Fakta Hotel Borobudur yang Menjadi Lokasi Sidang Isbat, Berapa Biayanya?
-
Niat Keramas Sebelum Puasa Ramadan 2026 Bahasa Arab dan Latin
-
Ramalan Keuangan Shio di Tahun Kuda Api 2026, Ada 4 Shio Paling Moncer
-
4 Rekomendasi Physical Sunscreen yang Mudah Dibilas, Mulai Rp70 Ribuan
-
13 Ide Jualan Bulan Puasa Kekinian, dari Takjil hingga Kue Kering
-
Apa Perbedaan Financial Freedom vs Financial Independence? Simak Penjelasannya
-
Bukan Sekadar Tren: Kenapa Skincare 'Clinically Created' Jadi Kunci Menang di Tengah Kompetisi Ketat