Suara.com - Tradisi di bulan Ramadhan yang ada di Indonesia tentu tak lepas dari saling berkirim hampers atau parcel. Berkirim hampers biasanya dilakukan baik saat puasa mau pun lebaran.
Berkirim hampers biasanya dilakukan antara keluarga, teman mau pun kolega di tempat kerja sebagai bentuk silaturahmi.
Rupanya, tradisi ini sudah ada sejak awal abad ke-20 dan dilakukan turun temurun antar generasi dan berlangsung hingga saat ini di seluruh penjuru dunia.
Berawal dari Masa Pasca Perang Dunia
Hampers mulai berkembang setelah Perang Dunia sebagai bentuk jalinan kasih dari berbagai yayasan amal untuk membantu keluarga yang kesusahan akibat resesi ekonomi pasca perang.
Sumbangan tersebut berisikan makanan dan alat rumah tangga yang diberikan dalam bentuk bingkisan keranjang yang terbuat dari anyaman serat kayu dan disebut dengan nama ‘hamper’.
Berkembang Menjadi Tradisi Hari Raya
Hampers berkembang menjadi tradisi hari raya yang dilakukan oleh masyarakat Eropa seiring dengan perkembangan zaman.
Awalnya hampers adalah bentuk sumbangan dari para penyumbang untuk keluarga kurang mampu, kini masyarakat dari berbagai kalangan menjadikan hampers sebagai tradisi untuk berbagi bingkisan hadiah.
Baca Juga: Cuti Bersama Lebaran 2023 Dimajukan Jadi 19-25 April, Ini Alasannya
Masyarakat Eropa menjadikan hampers sebagai tradisi dalam perayaan malam Natal sebagai tanda berbagi kasih bersama orang-orang yang disayang.
Mulai Berkembang di Masyarakat Indonesia pada Era Modern
Kemajuan zaman turut serta berdampak baik di Indonesia, salah satunya dengan masuknya budaya saling berkirim hadiah atau hampers.
Mengingat Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Muslim, maka tradisi berkirim hampers pun menjadi bagian dari tradisi saat bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri. (Shilvia Restu Dwicahyani)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu