Suara.com - Dua pelaku penganiayaan David Ozora, Mario Dandy dan Shane Lukas dikabarkan mulai stres akibat mendekam di penjara. Kabar tersebut diungkap oleh ayah David, Jonathan Latumahina, di media sosial Twitter pribadinya.
Jonathan bahkan menyebut kalau Mario dan Shane sampai berteriak-teriak saat ada di dalam sel.
"Sidang kemarin banyak hal yang tidak tersampaikan di media karena tertutup, mulai dari tersangka yang mulai stres dan teriak2 di sel, banjir air mata yang pernah gue janjikan, saling serang antar tersangka," tulis Jonathan Latumahina dalam cuitan Twitter, Rabu (5/4/2023).
Mario dan Shane telah berada di jeruji besi Rutan Polda Metro Jaya sejak 3 Maret 2023 lalu. Keduanya resmi ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap David yang dilakukan pada 20 Februari 2023.
Dikutip dari jurnal keperawatan jiwa Universitas Padjajaran, penyebab narapidana alami stres saat berada di dalam oenjara bisa disebabkan berbagai faktor.
Mulai dari penyesuaian diri pada lingkungan baru, ditambah lagi bila daya tampung lapas yang melebihi kapasitas, hingga sarana kesehatan yang kurang maksimal yang memicu terjadinya masalah psikologis.
Perubahan suasana hati dan merasa depresi juga akan berpengaruh terhadap keadaan fisik dan somatis, seperti pola tidur yang terganggu, mudah lelah, dan gangguan konsentrasi.
Penelitian yang di lakukan oleh Muwahidah dan Sugiasih (2019) juga mengungkap kalau sebanyak 73 persen narapidana mengalami depresi berat selama berada di penjara. Hal tersebut disebabkan karena masa tahanan yang lama serta sebagian besar tervonis pidana lebih dari 2 tahun.
Akibatnya berpengaruh terhadap psikososial dari lingkungan lapas. Ia
juga menjelaskan sebanyak 5 persen narapidana dalam keadaan normal karenakan ajaran agama yang dimiliki oleh individu sendiri sangat tinggi.
Baca Juga: AG Dituntut 4 Tahun, Jonathan Latumahina Sindir Keras JPU: Tak Bisa Hitung-hitungan
Tetapi dari hasil penelitiannya juga terungkap kalau sebagian narapidana dengan depresi berat memiliki ajaran agama yang tinggi pula. Penelitian lainnya juga menjelaskan bahwa 54 persen narapidana memiliki tingkat depresi tinggi disebabkan adanya gangguan kepribadian dan antisosial.
Tingginya depresi pada seseorang dipengaruhi oleh kejadian di masa lalu yang tidak bisa dilupakan, selain itu juga kurangnya dukungan sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa