Dilansir TinknStink, bagan rewards bekerja berdasarkan pemahaman dasar bahwa seorang anak akan diberi hadiah karena melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai atau anggap sulit, seperti mengerjakan pekerjaan rumah, mencoba makanan baru, atau tidur tepat waktu.
Bagan rewards adalah cara ampuh untuk:
- Mendorong perilaku positif, seperti mengatakan tolong.
- Mengecilkan perilaku menantang, seperti memukul.
- Memberi penghargaan kepada anak Anda karena mempraktikkan keterampilan baru, seperti memainkan alat musik.
Saat memberi penghargaan kepada anak-anak, akan sangat membantu jika mereka tahu persis apa yang diharapkan dari mereka. Penting juga bahwa setiap orang yang memberikan hadiah melakukannya dengan cara yang sama. Ada banyak hal yang bisa Anda puji dari seorang anak. Perilaku positif apa pun yang Anda ingin anak Anda ulangi.
Untuk melakukan hal tersebut, berikut yang bisa Anda perhatikan.
1. Pilih hadiah jangka pendek
Ada baiknya memilih hadiah jangka pendek yang dapat sering Anda berikan jika anak Anda mendapatkannya, seperti naik sepeda sekeluarga, waktu berdua dengan ibu atau ayah, kesempatan untuk begadang sedikit lebih lama dari biasanya, menonton film malam, atau buku baru atau suguhan kecil.
Baca Juga: Pola Asuh Ria Ricis pada Anaknya Tuai Pro Kontra, Sang Suami Buka Suara: Dia Selalu Izin
2. Perhatikan baik-baik ketika anak Anda berperilaku baik
Ini menjaga fokus pada mendorong perilaku yang baik. Misalnya, anak Anda mungkin memukul, dan Anda ingin mengubahnya. Anda dapat mencoba mencari waktu dalam sehari ketika anak Anda menjaga tangannya sendiri, dan berikan stiker kesukaannya dua kali lebih banyak untuk ditempel di bagan rewards. Mengakui bahwa Anda bangga pada mereka karena tetap tenang juga akan memberikan penguatan positif.
3. Berikan rewards secara langsung setelah ia melakukan tugasnya
Ketika anak langsung mendapat rewards setelah perilaku yang ingin Anda dorong, itu akan memperkuat perilaku ini. Demikian pula, beberapa pujian khusus yang mengingatkan anak mengapa mereka mendapatkan rewards.
Misalnya, 'Selamat menyikat gigi hari ini. Anda menghabiskan dua menit dan bahkan mencapai bagian belakang gigi Anda. Ini bintang untuk bagan Anda'.
4. Bagaimana jika anak bosan dengan bagan rewards?
Ini bisa terjadi jika Anda telah menggunakan bagan rewards untuk beberapa waktu. Ada beberapa hal yang dapat Anda coba dalam situasi ini:
Tawarkan anak Anda pilihan hadiah untuk membelanjakan stikernya. Misalnya, 5 stiker = permainan dengan ibu atau waktu tambahan sebelum lampu padam, 10 stiker = jalan-jalan ke taman atau hadiah kecil.
Tawarkan anak Anda pilihan perilaku yang baik. Misalnya, 'Apakah Anda ingin merapikan kamar atau menata meja?' Ini memberi anak Anda rasa kendali, yang bisa sangat memotivasi.
Beri anak Anda banyak pujian untuk perilaku yang baik. Ini bisa termasuk pujian nonverbal. Misalnya, acungan jempol, senyuman, dan tos adalah cara ampuh untuk menunjukkan bahwa Anda terkesan dengan perilaku anak Anda.
Kejutkan anak Anda dengan hadiah sesekali untuk perilaku yang baik. Misalnya, 'Terima kasih telah menyimpan mainan Anda di kotak yang tepat – ayo pergi ke taman untuk merayakannya'.
5. Tetap positif
Perilaku negatif akan terjadi, tidak ada yang bisa sempurna sepanjang waktu. Anak-anak terkadang tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan perilakunya, jadi cobalah untuk fokus pada hal yang baik.
Sebaiknya lanjutkan jika anak Anda tidak mendapatkan bintang. Selain itu, jangan menghukum anak Anda dengan mengatakan, "Saya akan mengambil satu bintang" atau "Jika kamu terus melakukan itu, kamu tidak akan mendapatkan satu bintang pun!."
Dorong anak Anda untuk terus mencoba. Jika mereka kadang-kadang melewatkan sasarannya, ingatkan mereka bahwa mereka selalu dapat mencoba lagi keesokan harinya.
6. Melewati garis finish
Ketika anak Anda mencapai akhir bagan mereka dan telah bagus atau mempelajari keterampilan baru mereka, hadiah pertama mereka harus menjadi pujian dan kegembiraan Anda atas kemajuan yang telah mereka buat. Tunjukkan pada mereka betapa bangganya Anda atas apa yang telah mereka capai!
Saat mereka siap, mereka dapat mengklaim hadiah utama mereka—apa pun yang benar-benar mereka inginkan saat Anda pertama kali memulai bagan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Mitchell Baker Cetak Sejarah usai Hattrick di Debut Piala AFF 2026, Ikuti Jejak Legenda Garuda
-
Pekerja Commute: Dari "Pepes" ke Pelaku Net Zero Emission yang Sukses
-
Rincian Harta Kekayaan Perry Warjiyo, Mundur Jadi Gubernur BI Setelah 8 Tahun Menjabat
-
Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Serial Hollywood 'Reacher' Tayang di Mana? Ini Peran Agnez Mo dan Anggun C Sasmi
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL