Suara.com - Banyak perempuan dibuat bingung ketika memiliki pasangan dengan penis bengkok. Kira-kira apa ya posisi seks agar tetap enak yang bisa dicoba?
Dikatakan psikolog sekaligus pakar kesehatan seksual Inez Kristanti, 20 persen lelaki memiliki penis sedikit bengkok namun dalam batas normal. Ia mengatakan, selama tidak ada keluhan dan tidak nyeri, peni bengkok bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
"Selama (bengkok) ini nggak ekstrim, nggak menimbulkan nyeri bengkoknya juga enggak semakin parah, kemungkinan nggak apa-apa, kalau ada keluhan periksa ke dokter ya," papar Inez melalui konten edukasi di Instagram dikutip suara.com, Sabtu (19/8/2023).
Berikut ini posisi seks untuk penis bengkok yang disarankan Inez dan bisa dicoba suami istri:
1. Penis Bengkok ke Atas
Jila penis milik suami cenderung bengkok ke atas, menurut Inez posisi terbaik yaitu misionaris yakni perempuan di bawah dan lelaki di atas. Atau jika ingin dalam posisi woman on top atau perempuan di atas berhubungan seks sambil berhadap-hadapan bisa dicoba.
"Cari posisi yang menyesuaikan angel bengkoknya sama angel masuk ke lubang si perempuannya," jelas Inez.
2. Penis Bengkok ke Bawah
Jika dalam kondisi ini, posisi seks yang bisa dicoba yakni cenderung kebalikannya. Seperti posisi seks perempuan di atas tapi dengan posisi membelakangi tatapan suami. Posisi ini kerap juga disebut dengan reverse.
Baca Juga: Anjuran Berhubungan Seks Berdasarkan Ajaran Agama Islam, Perlu Dzikir Saat Foreplay?
"Tapi mungkin beda orang, beda nyamannya juga ya. Jadi dicoba-coba, karena sebenarnya banyak cowok yang batangnya bengkok sedikit sekitar 20 persen lelaki," jelas Inez.
Melansir Hello Sehat, penelitian medis menunjukkan bahwa hampir 20 persen dari semua pria dilahirkan dengan penis melengkung. Paling sering, ini adalah karena perbedaan normal dalam anatomi penis atau kondisi warisan dari kelainan jaringan fibrosa (kolagen).
Gangguan autoimun dan obat-obatan tertentu juga berkontribusi terhadap lekukan junior. Beta blockers yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, misalnya, terkadang dapat menyebabkan penis bengkok saat ereksi.
Beberapa studi menunjukkan bahwa sebagian wanita merasa penis yang bengkok tidak menarik dan tidak menggairahkan. Sehingga meski penis bengkok saat ereksi, umumnya tidak memerlukan perawatan medis, banyak lelaki yang memilih untuk memperbaikinya dengan berbagai metode koreksi, seperti perangkat pemanjang penis yang paling populer digunakan. Ada kalanya bedah plastik juga mungkin diperlukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
-
Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya
-
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
-
Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
-
3 Skincare Anti Aging Maudy Ayunda untuk Atasi Penuaan Dini, Ada Efek Botox-nya
-
Apa yang Terjadi Jika Anda Terkena Virus Nipah? Kenali Gejala dan Pencegahannya
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Link dan Cara Daftarnya!
-
Apakah Sepatu Skechers Bisa Dicuci di Mesin Cuci? Ini 4 Serie-nya yang Washable
-
Bibir Kering Sebaiknya Pakai Lip Cream Apa? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 45 Tahun
-
Dari Ruang Kelas ke Forum Dunia: Cara Pelajar Indonesia Dilatih Jadi Diplomat Muda