Suara.com - Setelah pandemi Covid-19 usai, ternyata warga Jabodetabek masih harus menggunakan masker karena polusi udara Jakarta kian memburuk. Apa jenis masker yang tepat untuk cegah polusi udara?
Data situs pemantau kualitas udara IQAir, Jumat (1/9/2023) menunjukan indeks kualitas udara (AQI) berada di angka 194, dengan kategori tidak sehat. Artinya kadar polutan particulate matter 2,5 (PM 2,5), yang ukurannya lebih kecil dari diameter bertebaran di udara, dan tidak bisa disaring bulu hidung bisa langsung masuk ke tubuh.
Padahal konsentrat udara yang baik harusnya mencatatkan angka 1 hingga 12 mikrogram per meter kubik, sedangkan saat ini mencapai 92,8 mikrogram per meter kubik.
"Kualitas udara yang dihirup sangat berpengaruh terhadap kesehatan paru. Menghirup udara yang tidak sehat atau berpolusi akan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, tidak hanya paru namun juga organ lainnya seperti jantung dan otak," jelas Ahli Kesehatan Paru, dr. Januar Habibi, B.Med.Sc, Sp.P saat konferensi pers pembagian 999 paket masker untuk warga Jakarta hadapi polusi udara oleh MS Glow, di Tebet Eco Park, Jakarta.
Sehingga menurut dr. Januar, penggunaan masker bisa bantu bulu hidung untuk mencegah masuknya polutan ke dalam tubuh. Tapi disarankan baiknya, masker yang digunakan harus dilengkapi dengan nanosilver, yang mampu menyaring polutan berukuran lebih kecil dari PM 2,5.
“Secara alami, bulu hidung kita berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup, namun pada kondisi udara yang sangat berpolusi dibutuhkan penyaring bantuan berupa masker untuk mencegah agar zat polutan (terutama dengan ukuran partikel yang sangat kecil) agar tidak masuk ke dalam sistem pernapasan," jelas dr. Januar.
Direktur Komersial J99 Corp, Amelia Nasution mengatakan berdasarkan penjelasan dr. Januar, bakteri dan virus dapat menunggangi polusi agar bisa masuk ke tubuh manusia dan menginfeksi, tapi dengan masker yang dilengkapi nanosilver polutan itu tidak bisa masuk.
"Kemampuan nanosilver menghancurkan mikroorganisme infeksius menjadikan nano silver sebagai salah satu agen antimikroba yang paling kuat. Dengan demikian, masker kosme memenuhi kegunaan biomedis yaitu ampuh dalam melawan infeksi, sebab nanosilver kini termasuk salah satu teknologi nano yang paling andal," jelas Amelia.
Amelia menjelaskan, ini juga yang jadi alasan pembagian 999 paket masker Kosmemask untuk warga Jakarta agar terhindar dari polusi udara yang bisa menyebabkan berbagai penyakit pernapasan dari mulai ISPA, asma, PPOK, hingga tuberkulosis (TB).
Masker yang dibagikan ini diklaim jadi masker pertama dengan kandungan Nano Silver dilengkapi dengan Stopper, Hypoallergenic, Anti bacterial yang terdiri dari 4 lapisan extra protection.
Bahan masker ini juga cenderung lembut, nyaman digunakan, dan tidak menyebabkan iritasi, BFE Bacterial Filtration Efficiency (BFE) 99%, dan Partie Filtration Efficiency (PFE) 95%.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi
-
Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan
-
Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat