Suara.com - Siapa yang suka keripik pisang? Kalau kamu suka karipik pisang, hati-hati lho, karena ada keripik pisang narkoba yang diedarkan oleh kelompok pengedar narkoba dari Bantul, Yogyakarta. Lantas bagaimana cara membedakan keripik pisang asli dan narkoba agar kita tidak keliru membelinya?
Jika dilihat secara sepintas, keripik pisang berlabel "Keripik pisang lumer" itu tampak sama dengan cemilan keripik pisang lainnya. Akan tetapi, keripik pisang ini mengandung narkotika. Keripik pisang narkoba yang diproduksi di Bantul itu ada empat varian rasa. Varian pertama adalah keripik pisang original, varian kedua keripik pisang coklat lumer, varian ketiga keripik pisang strawberry, dan varian keempat keripik pisang greentea.
Pihak kepolisian daerah Yogyakarta sudah menjelaskan bahwa keripik pisang lumer yang beredar ini mengandung narkoba jenis amphetamin sabu. Efek yang dapat dirasakan pengkonsumsinya ialah stamina meningkat, menimbukan euforia rasa senang dan juga berhalusinasi.
Cara membedakan keripik pisang asli dan narkoba
Cara membedakan keripik pisang asli dan narkoba yang utama adalah dari harganya. Sebab, keripik pisang narkoba dijual dengan harga mencapai Rp6 juta. Sedangkan keripik pisang asli umumnya mulai dari Rp 5.000 rupiah per 100 gram sampai Rp20-an ribu perkilonya.
Harga keripik pisang yang tembus jutaan rupiah bukanlah harga yang wajar untuk produk kripik pisang. Seperti yang diungkap oleh hasil penyelidikan Bareskrim, menemukan harga keripik pisang narkoba yang dikemas dalam berbagai kemasan dijual mulai dari Rp1,5 juta sampai Rp6 juta. Kemasan yang disediakan beragam ukuran, mulai dari 500 gram, 200 gram, dan 100 gram.
Bareskrim menemukan modus operandi narkoba dijual menjadi keripik pisang bermula dari operasi cyber. Tim menemukan keanehan pada media sosial yang digunakan untuk memasarkan keripik pisang tersebut dari harganya. Tidak mungkin keripik pisang dijual sampai Rp1,5 juta per bungkusnya.
Maka, Direktorat Narkoba melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap pengiriman barang di Cimanggis Depok. Mereka mendapatkan bukti berupa keripik pisang dan happy water. Penyelidikan pun dikembangkan, bekerjasama dengan Polda DIY menyelidiki tiga tempat kejadian perkara antara lain Kaliangking Magelang, Jawa Tengah, Potorono Bantul, dan Banguntapan Bantul, DIY.
Dari hasil penyeldikan, polisi menemukan berbagai barang bukti lain berupa narkoba happy water dan keripik pisang yang dijual dengan harga jutaan rupiah tersebut. Seluruh harganya bahkan dicantumkan dalam media sosial. Maka, mereka pun melakukan penggerebekan setelah menemukan lokasi produksi keripik pisang narkoba di Banguntapan Bantul.
Baca Juga: Pemuda Bantul Ini Dikira Pengangguran, Padahal Distributor Keripik Pisang Narkoba
Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti, seperti 426 bungkus keripik pisang berbagai kemasan. 2.022 botol happy water, dan 10 kg bahan baku narkoba.
Polisi menangkap tiga orang pelaku di daerah Depok yang bertugas menjaga akun media sosial, mengelola rekening, dan menjaul barang bukti. Kemudian, polisi juga menangkap dua orang pelaku pemroduksi keripik pisang di Kaliangking Magelang. Lalu, di Potorono, dua orang pelaku memproduksi happy water. Terakhir seorang pemroduksi keripik pisang narkoba ditangkap di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Total ada delapan orang yang sudah diamankan oleh polisi.
Demikian itu informasi cara membedakan keripik pisang asli dan narkoba.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Pemuda Bantul Ini Dikira Pengangguran, Padahal Distributor Keripik Pisang Narkoba
-
Detik-detik Pusat Rehabilitasi Pecandu Narkoba Di Iran Kebakaran, 32 Orang Tewas Terpanggang
-
Persis Vanessa Angel, Cara Ketawa Fuji saat Dapat Kejutan Ulang Tahun Disorot: Gak Nyangka
-
3 Cara Cek IMEI iPhone Biar Tidak Diblokir
-
Sosok Kombes Yulius, Nyabu Bareng 5 Wanita Cuma Dihukum 18 Bulan Penjara
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam