Suara.com - Linimasa kembali dihebohkan dengan video yang menunjukkan Megawati dan Kaesang Pangarep serta Gibran Rakabuming ketika bertemu di acara pengundian nomor urut capres-cawapres. Beredar video, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka yang sedang memberi salam ke Ketum Partai PDIP.
Namun, cuplikan dengan durasi 23 detik itu malah menuai kontroversi di media sosial. Tampak Gibran dan Kaesang memberi salam, Kaesang pun tampak sungkem ke Megawati.
Video itu menimbulkan sentimen bahwa Megawati cuek dengan Kaesang karena dalam video itu tak membalas salamnya. Lebih bermasalahnya lagi kalau video potongan itu diunggah langsung melalui akun TikTok milik PSI.
Tak dapat dipungkiri unggahan video itu terlanjut viral dan ramai menuai asumsi. Salah satunya adalah asumsi publik figur Ernest Prakasa.
"Momen-momen boomer songong gini cuma akan bikin Gibran makin meroket," tulis Ernest Prakasa merespon video yang menampakkan Kaesang seolah dicuekin oleh Megawati.
Usai unggahan video itu viral, beredar lah video yang menampakkan full momen Kaesang Gibran dengan Megawati. Kala video yang diframing seolah Kaesang dicuekin, sebelumnya keduanya sudah sempat bersalaman. Namun, sebelum kembali ke tempat duduknya masing-masing keduanya kembali memberi salam yang diframing seolah Megawati cuek.
Tentu saja selain keadaan politik yang sudah memanas, beberapa unggahan yang kecele sedikit akan sangat gampang digoreng hingga diframing buruk. Maka dari itu, penting bagi para pengguna media sosial untuk bisa berpikir kritis di era arus informasi yang begitu cepat.
Pentingnya Berpikir Kritis
Sebetulnya berpikir kritis adalah hal yang harus dimiliki untuk menghindari diri dari terjerumus pada informasi yang tidak benar. Hal itu juga sebagai kemampuan untuk mencerna dan menganalisis informasi, serta membentuk opini sendiri.
Lantaran seseorang yang mudah percaya dengan berita hoax adalah orang yang memiliki opini yang sama dengan isi berita tersebut. Maka dari itu berpikir kritis sangat diperlukan dalam menyikapi sebuah informasi.
Jangan sampai menelan informasi mentah begitu saja. Apalagi saat ini sangat marak berita-berita hoax yang beredar.
Cara Melatih Berpikir Kritis
Salah satu cara untuk melatih berpikir kritis adalah dengan melihat sesuatu dari berbagai perspektif. Jika mendapat sebuah informasi atau isu jangan hanya melihat dari satu sudut pandang saja.
Melainkan melihatnya dari berbagai sudut yang berbeda. Untuk mencari tahu situasi yang sebenarnya terjadi.
Selain itu, jagalah pikiran kita untuk tetap terbuka dengan pendapat orang lain. Karena sebagai generasi yang cerdas, kita harus tetap memiliki pikiran yang terbuka dan luas.
Hal itu pun sempat disinggung oleh publik figur Jovial da Lopez, ia menghimbau semua masyarakat untuk kritis di tahun pemilu. Jangan sampai ada yang kepancing emosi dalam menanggapi berita-berita hoax yang beredar.
"Kita bisa harus lebih cerdas, tidak kepancing emosi. Pelajari sebelum bereaksi dan ini adalah hal yang bakal kalian benci sih. Tapi kita harus bisa ngobrol sama orang yang sebrang. Semua orang pasti punya preferensi masing-masing. Tapi kita tidak boleh stuck di satu mindset bahwa apapun yang kita pikirin itu bener sedangkan apapun yang semua orang lain pikirin itu salah," ucap Jovial.
"Itu adalah mindset yang salah. Lo harus tetap bisa terbuka, mendengar apa yang bukan dari preferensi lo. You just have to be human. Jangan sampai pikiran kalian terpengaruhi hoax," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan
-
Menemukan Tuhan di Sudut Kota: Pesona Di Kota Tuhan Stebby Julionatan
-
Stafsus Menhut Mangkir Diperiksa, KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan
-
10 Sifat dan Karakter Wanita Cancer, Kenali Sisi Lembut hingga Keras Kepalanya
-
25 Link Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis, Bisa untuk Status WA dan Foto Profil
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu