Suara.com - Pemerintah kembali menyampaikan komitmennya untuk membangun mega proyek giant sea wall. Hal ini dilakukan guna menyelamatkan pesisir utara Pulau Jawa dari sebuah ancaman tenggelam lantaran kenaikan air laut. Mari mengenal mega proyek giant sea wall dalam ulasan artikel berikut.
Seperti yang diketahui gagasan pembangunan mega proyek giant sea wall atau tanggul laut dalam sekala besar itu sebelumnya gencar disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Orang nomor satu di Indonesia itu menyebut jika pembangunan tanggul laut ini harus segera dirampungkan guna mengatasi banjir yang terjadi di Pulau Jawa khususnya wilayah Ibu Kota Jakarta.
Meski demikian, Anies Baswedan ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta di tahun 2018 menolak wacana pembangunan Giant Sewa Wall di lahan ibu kota. Ia mengaku khawatir megaproyek tersebut justru akan berakhir menjadi kobokan raksasa.
"Berbagai negara yang membangun tanggul seluas itu juga menjadi kobokan raksasa. Air tidak mengalir ke laut lepas tapi tertutup oleh tanggul raksasa dilepas pantai di situ letak masalah utamanya," kata Anies saat ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018).
Lima tahun berlalu, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto kembali menghidupkan rencana pembangunan Giant Sea Wall. Ia gmenegaskan akan mendorong berbagai pihak untuk melanjutkan pembangunan yang sempat tertunda tersebut. Diungkapkan oleh Prabowo, rencana pembangunan giant sea wall sendiri telah dibahas sejak beberapa belas tahun yang lalu.
"Sesungguhnya masalah giant sea wall sudah dibahas beberapa belas tahun lalu. Kita berterima kasih kepada kementerian-kementerian dan lembaga-lembaga yang meneruskan pengkajian tentang gagasan giant sea wall ini," kata Prabowo saat mengisi seminar di Jakarta pada Rabu (10/1/2024) lalu.
Menurut Prabowo permasalahan giant sea wall menjadi sebuah jawaban pada dampak dari fenomena perubahan iklim, seperti abrasi, kenaikan permukaan laut, hingga hilangnya lahan-lahan yang menyebabkan kualitas hidup sebagian dari masyarakat menjadi tidak stabil.
Hal yang sama juga diungkap oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga menyebut jika kerugian negara akibat banjir tahunan di Jakarta bisa mencapai Rp 2,1 triliun per tahun. Lebih lanjut, ia menyebut, bahwa kerugian itu bisa terus meningkat setiap tahunnya hingga menyentuh angka Rp 10 triliun per tahun dalam 10 tahun yang akan datang.
Untuk melanjutkan pembangunan mega proyek ini, Airlangga menyebut dibagi menjadi tiga fase yang akan menelan anggaran hingga sebesar Rp164,1 triliun hanya untuk pembanguan dua fasenya. Sementara, fase sisanya belum diketahui secara pasti berapa total anggaran yang alan dibutuhkan.
Baca Juga: Prabowo Akui Keberhasilan Presiden-presiden RI Termasuk Megawati, Ini Katanya
“Total cost (Rp164,1 Triliun) yang diperlukan untuk pantura, hanya untuk bendungnya, banyak proyek yang bisa kita kembangkan dari sini,” ungkapnya dalam Seminar Nasional Strategi Perlindunan Kawasan Pulau Jawa Melalui Pembangunan Tanggul Pantai Dan Tanggul Laut, di Grand Ballroom Kempinski, Rabu (10/1/2024).
Melalui kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Airlangga mengatakan bahwa untuk pembangunan tanggul pada fase A, pembangunannya terdiri dari tanggul pantai dan sungai dengan panjang sekitar 120 km yang dibangun sampai dengan tahun 2030 mendatang.
Mengenal Mega Proyek Giant Sea Wall
Giant Sea Wall Jakarta merupakan mega proyek yang menjadi bagian pengembangan pesisir raksasa di kawasan Jakarta. Proyek raksasa tersebut terdiri dari konstruksi dinding yang akan dibangun di sepanjang pantai, bangunan penampung air, dan juga reklamasi lahan.
Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta ini menjadi program pembangunan pemerintah Jokowi yang diluncurkan sejak 2010. Pada awalnya, giant sea wall bertujuan untuk pengendalian banjir, akan tetapi fungsinya kemudian berkembang ke beberapa sektor untuk pembangunan ekonomi daerah.
Walaupun tujuan pembangunannya semakin meluas, namun pembangunan tanggul raksasa ini sendiri tetap berorientasi terhadap pengendalian banjir yang disebabkan lantaran sebagian besar wilayah DKI Jakarta berada di bawah permukaan laut. Penurunan terhadap permukaan laut sendiri terjadi karena disebabkan oleh pengambilan air di bawah tanah secara berlebihan.
Berita Terkait
-
Prabowo Dorong Hilirisasi di 21 Sektor untuk Tingkatkan Industri Lokal, Termasuk Farmasi
-
Dialog Capres Bersama Kadin, Prabowo: Indonesia Bangsa Besar dan Mampu Melakukan Berbagai Hal
-
Prabowo Akui Keberhasilan Presiden-presiden RI Termasuk Megawati, Ini Katanya
-
Jika Anies Presiden, Ganjar Cocok Jadi Ketua DPR RI: Masa Prabowo Sudah Berlalu
-
Akui Suka Burger King, Prabowo: Saya Sangat Cinta Barat, Masalahnya Mereka Gak Peduli Kita!
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Prompt AI untuk Menyusun Menu Sahur Sehat Berdasarkan Bahan di Kulkas, Ikuti Tips Berikut
-
Cara Baru Menikmati Deretan Supercar Eksotis di Jantung Kota Batam
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
5 Sheet Mask untuk Mencerahkan Wajah Secara Instan Jelang Lebaran 2026
-
Berbagi Takjil Sambil Mengajak Generasi Muda Melek Lingkungan Lewat Kreasi Sampah
-
3 Parfum Wanita Aroma Sandalwood di Alfamart Mulai Rp29.500
-
30 Prompt AI untuk Desain Kartu Ucapan Lebaran Gratis dengan Berbagai Tema Menarik
-
Jejak Pendidikan Mentereng Quraish Shihab, Ceramahi Prabowo Soal Pemimpin Jujur dan Durhaka
-
Fidyah Puasa Ramadan Dibayar Kapan? Ketahui Panduan Lengkapnya
-
Skor IQ Reza Arap 85, Benarkah Major Depression Disorder Bisa Menurunkan Skor IQ?