Suara.com - Denny Indrayana digugat oleh Almas Tsaqibbirru yang merupakan putra dari Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) untuk membayar Rp500 miliar atas perbuatan melawan hukum. Almas mendaftarkan gugatan yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru itu pada Senin, 29 Januari 2024.
Sebelumnya Almas juga menggugat cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka ke PN Surakarta dan menuntut ganti kerugian sejumlah Rp10 juta. Padahal sebelumnya Almas mengajukan gugatan batas usia capres-cawapres ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar Wali Kota Solo itu bisa melaju jadi cawapres di Pilpres 2024.
Lantas siapa sebenarnya Denny Idrayana yang digugat Almas Rp 500 juta? Simak juga harta kekayaan Denny Indrayana berikut ini.
Profil dan Biodata Denny Indrayana
Denny Indrayana adalah pendiri dan senior partner Integrity Law Firm, sebuah kantor advokat dan konsultan hukum di Jakarta dan berkantor cabang di Melbourne, Australia. Pria yang kerap dipanggil Denny itu lahir di Kota Baru, Pulau Laut, Kalimantan Selatan pada 11 Desember 1972 sehingga kini berusia 51 tahun.
Ayahnya merupakan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perhutani II. Hal itulah yang membuat Denny menghabiskan masa kecil dan sekolahnya berpindah-pindah kota, karena mengikuti daerah yang menjadi tempat tugas sang ayah.
Denny sempat menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai kelas tiga di Manokwari, Papua. Kemudian berpindah sekolah dan menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA di Kalimantan Selatan.
Setelah lulus SMA, Denny mengambil jurusan hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada tahun 1995. Kemudian dia melanjutkan pendidikan magister hukum dengan beasiswa Australian Development Scholarship dan berhasil lulus dengan gelar LL. M di Minnesota University, Amerika Serikat tahun 1997.
Sepulang dari Amerika, Denny bekerja sebagai konsultan hukum di Karim Sani hingga tahun 2000. Kemudian dia menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 2000-2001.
Denny lalu menjabat sebagai dosen di UGM pada tahun 2001. Sembari bekerja, dia menempuh pendidikan doktoral hukum di Melbourne Law School, University of Melbourne, Australia dan berhasil menyelesaikan pendidikan pada tahun 2005.
Baca Juga: Viral Emak-emak Ngegas Ogah Pilih Gibran: Masih Onces, Belum Enak!
Pada tahun 2006, Denny ditunjuk menjadi Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi, Fakultas Hukum UGM hingga tahun 2008. Selanjutnya dia mendirikan sekaligus menjabat sebagai Direktur Indonesia Court Monitoring pada 2008.
Berikutnya Denny dipercaya menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan KKN periode 2008-2011. Kemudian, dia menduduki Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Mafia Hukum periode 2009-2011.
Pada 1 September 2010, Denny mendapatkan gelar profesor dari UGM. Selanjutnya, Denny ditunjuk sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM periode 2011-2014. Kemudian, Denny menerima gelar Guru Besar Fakultas Hukum UGM pada 6 Februari 2012.
Di luar akademisi dan pemerintahan, Denny sempat menjabat sebagai Senior Advisor for Anti Corruption and Legal Aid Programs di Australia Indonesia Partnership for Justice pada tahun 2014, Senior Advisor di Assegaf Hamzah and Partners Law Firm pada 2015, Senior Advisor di Bagus Enrico and Partners Law Firm pada 2016. Dia juga merupakan pendiri dan senior partner Intergrity Law Firm pada 2015 hingga sekarang.
Biodata Denny Indrayana
Nama lengkap : Denny Indrayana
Berita Terkait
-
Viral Emak-emak Ngegas Ogah Pilih Gibran: Masih Onces, Belum Enak!
-
Kala Prabowo-Gibran Diguyur Doa Menang Pilpres 2024 oleh Majelis Zikir Nurul Wathon
-
Saling Puji SBY-Prabowo saat Kampenya di Malang, Sama-sama Sebut Putra Terbaik Bangsa
-
Gibran Digugat Almas Anak Koordinator MAKI Boyamin Rp10 Juta, TKN Fanta Bereaksi!
-
Pasar Saham Hijau Usai Prabowo Pidato di Depan Investor di Acara Trimegah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review
-
7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli
-
Sering Pakai Masker Hitam Bikin Jerawat Makin Parah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit
-
3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna
-
Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
-
5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Jadi 800 Ribuan
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama