5. Buka Mata Anda Terhadap Perubahan Kepadatan dan Pergerakan Kerumunan
Ukuran kepadatan kerumunan yang aman adalah empat orang per meter persegi. Ini adalah saat ada cukup ruang untuk bergerak tanpa kontak fisik dengan orang-orang di sekitar Anda.
Lebih dari itu akan menciptakan potensi kepadatan massa yang dapat menyebabkan "crowd-quake". Cobalah untuk pindah ke area yang lebih aman di dekat pintu keluar atau di belakang kerumunan setelah kepadatan kerumunan lebih dari empat orang per meter persegi.
Martyn Amos, pakar kerumunan dan profesor ilmu komputer dan informasi di Universitas Northumbria, menjelaskan cara mencatat ketika kerumunan menjadi berbahaya.
"Segera setelah Anda merasa kehilangan otonomi, itulah kuncinya. Saat itulah Anda mulai masuk dalam situasi di mana gerakan Anda bukan milik Anda sendiri, dan Anda berada di bawah pengaruh fisika. Ini menjadi tantangan bagi Anda untuk bergerak secara mandiri. Jika Anda bisa, singkirkan diri Anda sendiri. Buka mata Anda dan cari rute pelarian yang paling jelas," kata dia.
6. Tinggalkan Selagi Bisa
Semakin lama Anda menunggu, semakin sulit untuk melarikan diri ke tempat yang aman. Tinggalkan area yang sangat padat segera setelah mulai tidak nyaman, dan selagi masih ada cukup ruang untuk bergerak.
7. Tetap Berdiri
Jika Anda terjebak dalam kerumunan dan tidak bisa pergi, pertahankan keseimbangan Anda dan tetap tegak. Jika Anda menjatuhkan ponsel atau tas Anda, jangan mengangkatnya karena Anda mungkin akan kesulitan untuk berdiri lagi. Jika Anda jatuh atau tersandung dan tidak dapat berdiri, ambil posisi di sisi kiri dan lindungi kepala Anda.
Baca Juga: Cerita Cak Imin Sempat Tolong Emak-emak Hampir Pingsan Saat Hadiri Kampanye Akbar di JIS
Dalam keramaian, orang-orang ditekan begitu erat satu sama lain sehingga ketika seseorang jatuh, mereka juga menjatuhkan orang-orang di sekitar mereka, menciptakan efek domino. Kerusakan organ, biasanya pada paru-paru dan jantung, pendarahan internal, atau kerusakan otot dapat terjadi.
Cedera lainnya termasuk kerusakan otot, cedera tulang belakang, patah tulang rusuk, dan patah tulang. Beberapa orang yang selamat dari himpitan massa mengatakan bahwa tekanan dapat menyebabkan anggota badan menjadi mati rasa. Kerusakan otot dapat menyebabkan jaringan otot melepaskan protein dan elektrolit ke dalam darah, merusak jantung dan ginjal.
8. Angkat Tangan Anda
Jika Anda terjebak dalam kerumunan yang padat, ambil posisi petinju dengan lengan beberapa sentimeter di sekitar tulang rusuk dan paru-paru sehingga Anda bisa bernapas.
9. Hemat Energi Anda
Jangan berteriak atau panik; tetap tenang untuk menghemat energi dan oksigen. Ikuti arus orang banyak, jangan melawannya. Jaga agar kepala Anda tetap tegak untuk mendapatkan udara maksimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kapan Idul Fitri 2026? Cek Jadwal Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU
-
Jadi Tren Lebaran 2026, Baju Teal Blue dan Ash Blue Cocok dengan Warna Apa?
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Couple, Apa Warna Terbaik?
-
Siapa Nama Asli Aura Kasih? Bikin Kepo Tiba-Tiba Ganti Bio Instagram Jadi 'Febria'
-
7 Minyak Kemiri untuk Rambut Kering dan Kusut, Ampuh Hempaskan Ketombe
-
Ramalan Shio Paling Hoki Besok 10 Januari 2026, Cek Keberutunganmu di Akhir Pekan!
-
Sunscreen Apa yang Bagus untuk Atasi Flek Hitam di Usia 50-an? Cek 7 Pilihan Terbaiknya
-
5 Semir Rambut Tanpa Bleaching untuk Tutupi Uban, Aman Buat Lansia
-
Rahasia Rambut Sehat ala Jepang: Ritual Onsen Kini Hadir di Klinik Estetika Jakarta!
-
5 Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Kering Usia 50 Tahun, Bantu Kurangi Penuaan