Suara.com - Video seorang pria WNI merobek tas Hermes baru di depan petugas Bea Cukai, viral di media sosial (medsos). Aksi itu dilakukannya setelah berdebat tentang biaya pajak dengan petugas.
Pria tersebut ditagih pajak Rp 26 juta oleh petugas Bea Cukai karena membawa tas Hermes tersebut. Ia ketahuan membawa tas itu saat di pindai melalui X-ray.
"Tolak Bayar Pajak Pasangan Ini Pilih Robek Tas hermes Berharga Didepan Petugas. Emang Semahal itu yaaa pajaknya?" tulis akun media sosial X @Artic_monkey12, dikutip Kamis (2/5/2024).
BACA JUGA:
- Viral Sopir Angkot Bernapas Pakai Selang Oksigen, Publik Nangis: Tetap Berjuang Cari Nafkah!
- Dokter Richard Lee Bakal Diperiksa Polisi, Buntut Heboh Rekayasa Pencurian di Klinik Athena Padang
- Sindir Artis Kritik Politik Sepi Job, Ketua Demokrat Dirujak: Yang Makan Gaji dari Uang Rakyat Harus Dikritik
Dalam video yang dibagikan ulang itu, tampak petugas Bea Cukai menemukan tas Hermes beserta invoice-nya. Lalu, ia meminta agar si pria membayar pajak atas barang mewahnya tersebut.
Menurut petugas, tas Hermes yang dibawa oleh WNI tersebut telah melampaui batas pembebasan bea masuk. Pasalnya, harga tas Hermes itu mencapai 4 ribu Dolar AS atau sekitar Rp 64 juta.
"Nah ternyata ini kan ada invoice untuk tas ini ya seharga 36.800 Hongkong Dolar, kalau di kurs-in di USD jadi 4.000," kata petugas kepada pria tersebut.
Kemudian, si pria membantah harganya sebesar itu. Ia menegaskan bahwa harga tasnya cuma 1.000 Dolar AS atau sekitar Rp 16 juta. "Mbak saya belinya 1000 Dolar (AS) nih mbak," katanya.
Lantas, karena berdebat juga, ia pun mengatakan bahwa siapa yang mau beli tasnya itu 1000 Dolar AS. Lalu, ia seketika menyobek tas mahal tersebut.
Video tersebut langsung banjir komentar netizen. Banyak mereka memuji aksi sobek tas mahal itu ketimbang disita dan dibawa petugas Bea Cukai.
"Merusak demi tidak memberi makan para bajingan adalah tindakan yang paling tepat," kata @wangsa_raden.
"Bea cukai pajaknya berkali lipat dari harga barang," tulis @RepublikNetral.
"Salah satu ciri negara gagal: menerapkan pajak dalam segala hal," kata @BPanoeroto69794.
Berita Terkait
-
Belum Puas Bea Cukai, Giliran Pegawai Pajak Kena 'Obrak-abrik' Purbaya Minggu Depan
-
Purbaya Gandeng TNI-Polisi Lawan Beking Pengemplang Pajak-Cukai hingga Rokok Ilegal
-
Purbaya Tepati Janji Obrak-abrik Bea Cukai, Lantik 22 Pejabat Baru
-
Purbaya Mau Obrak-abrik Bea Cukai dan Pajak, 5 Pejabat Akan Dicopot
-
Sidak ke Kepulauan Riau, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: Ini Harus Diusut Tuntas
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
7 Link Daftar Program Mudik Gratis 2026, Segera Amankan Kursimu Sebelum Kehabisan
-
Malam Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali untuk Apa Saja? Ini Penjelasan dan Niatnya
-
6 Serum Pencerah Wajah untuk Kulit Kusam, Mudah Didapat di Indomaret
-
3 Kunci Lancar Hadapi Ramadan Tanpa Drama Belanja Dadakan
-
5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
-
Biaya Pendidikan Anak Naik? Ini Rahasia Keluarga Muda Amankan Masa Depan Tanpa Pusing Finansial
-
4 Zodiak Paling Beruntung dan Makmur di 2 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Terpopuler: Cara Memakai Krim Wajah Legendaris, Kuis Genre Film yang Mewakili Kisah Hidup
-
3 Shio Diprediksi Paling Hoki pada 2-8 Februari 2026, Siapa Saja?
-
5 Arti Mimpi Dikejar Hantu, Apakah Sebuah Pertanda Buruk?