- KPK memanggil ASN berinisial SA guna mendalami dugaan praktik suap dan gratifikasi di Direktorat Jenderal Bea Cukai.
- Penyidikan berawal dari operasi tangkap tangan pada Februari 2026 yang menjerat pejabat Bea Cukai serta pihak swasta.
- Penyidik menyita uang tunai senilai Rp5,19 miliar di Tangerang Selatan terkait dugaan kasus impor barang secara ilegal.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelusuri dugaan praktik suap dan gratifikasi di sektor kepabeanan dengan memanggil seorang aparatur sipil negara di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berinisial SA sebagai saksi.
"Pemeriksaan atas nama SA selaku aparatur sipil negara pada Ditjen Bea Cukai," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.
Pemeriksaan terhadap SA dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK. Ia sebelumnya juga sempat dipanggil penyidik pada 9 April 2026, menandakan perannya masih dibutuhkan dalam pengembangan perkara.
Kasus ini mencuat setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026 di lingkungan Bea Cukai Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, salah satu pejabat yang diamankan adalah Rizal yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Sehari pasca-OTT, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dari total 17 pihak yang diamankan. Mereka antara lain Sisprian Subiaksono dan Orlando Hamonangan dari internal Bea Cukai, serta pihak swasta seperti John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.
Perkembangan penyidikan berlanjut dengan penetapan tersangka baru pada 26 Februari 2026, yakni Budiman Bayu Prasojo yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai di Direktorat Penindakan dan Penyidikan.
Selain itu, penyidik juga mengungkap temuan signifikan berupa penyitaan uang tunai sebesar Rp5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah rumah di Ciputat, Tangerang Selatan. Uang tersebut diduga berkaitan dengan praktik pengurusan impor barang tiruan melalui jalur ilegal.
KPK kini masih mendalami alur transaksi serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, termasuk dugaan adanya jaringan yang mengatur kelancaran masuknya barang impor bermasalah melalui mekanisme yang menyimpang.
Baca Juga: KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa
Berita Terkait
-
KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa
-
KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Tanggapi Gugatan Rp300 T Immanuel Ebenezer, KPK: Fokus Saja di Persidangan!
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas