Duta Besar PBB
Sebagai duta besar PBB, Nikki Haley mempunyai reputasi sebagai orang yang blak-blakan, terutama mengenai Iran dan Korea Utara, yang keduanya sedang menjalankan program nuklir. Pada tahun 2018, ia mendukung keputusan Trump untuk menarik diri dari perjanjian nuklir (2015) dengan Iran, meskipun negara-negara penandatangan lainnya (Tiongkok, Prancis, Rusia, Jerman, dan Inggris) memberikan isyarat bahwa mereka berkomitmen terhadap perjanjian tersebut.
Nikki Haley juga menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah menerima Korea Utara yang memiliki nukli dan bahwa rezim Korea Utara akan hancur total jika terjadi perang. Ia yang telah mengatakan kepada Trump bahwa dia berencana untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri, juga kadang-kadang menentang presiden tersebut dan orang-orang lain di pemerintahannya.
Dia sangat kritis terhadap campur tangan Rusia dalam pemilu presiden AS tahun 2016, dan menyebutnya sebagai “peperangan.” Pada bulan Oktober 2018 Haley mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri sebagai duta besar PBB, dan dia meninggalkan jabatannya pada bulan Desember.
Pencalonan presiden 2024
Selama ini Nikki Haley tetap aktif di dunia politik. Meskipun dia terus mendukung Trump, Haley mengkritik tanggapannya terhadap serangan terhadap gedung Capitol AS pada Januari 2021.
Dua tahun kemudian dia mengumumkan bahwa dia mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2024, dengan mengatakan ini adalah "waktunya untuk generasi baru". Nikki Haley menjadi orang Partai Republik pertama yang menantang Trump, yang telah mengumumkan pencalonannya pada tahun 2022.
Persaingan segera menjadi ramai ketika orang lain—termasuk Mike Pence, Chris Christie, dan Ron DeSantis—mengikuti kontes tersebut. Seorang politisi yang terampil, Haley akhirnya muncul sebagai lawan utama Donald Trump, yang mempertahankan keunggulan besar dalam jajak pendapat.
Kaukus Iowa diadakan pada Januari 2024, dan Donald Trump dengan mudah menempati posisi pertama, sementara Nikki Haley menempati posisi ketiga. Beberapa kandidat kemudian mengundurkan diri dari pencalonan, menjadikannya pertarungan dua orang antara mantan presiden dan Nikki Haley.
Baca Juga: All Eyes on Rafah Menggema di X, Anak Tanpa Kepala Jadi Simbol Kekejaman Israel
Memasuki pemilihan pendahuluan di New Hampshire seminggu kemudian, muncul spekulasi bahwa Nikki Haley akan menang. Namun, dia tertinggal 11 poin persentase dari Donald Trump. Meski tampil mengecewakan, dia mengklaim bahwa balapan "masih jauh dari selesai".
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Prambanan Jazz 2026: Hemat Liburan dengan Promo Hotel & Kuliner dari BRImo
-
5 Flat Shoes Matahari di Shopee yang Diskon Besar-besaran, Jadi Rp60 Ribuan Saja!
-
Perbedaan Lip Tint dan Lip Gloss, Mana yang Paling Tahan Lama di Bibir?
-
5 Pengalaman Epik di Morotai yang Akan Membuat Liburan Anda Tak Terlupakan
-
Direkomendasikan Dokter Estetika, Ini Jenis Sunscreen yang Pas untuk Wajah dengan Flek Hitam
-
Flek Hitam Susah Hilang? Dokter Estetika Rekomendasikan Serum Ampuh Atasi Hiperpigmentasi
-
Tren Baru Generasi Urban: Jadikan Rumah Tempat Healing dan Isi Ulang Energi
-
Sepeda MTB untuk Apa? Kenali Fungsi dan Cara Memilih yang Tepat Sebelum Membeli
-
5 Tips Menata Dapur Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar dan Energi Positif Mengalir
-
Staycation Ramah Lingkungan, Tren Baru Menikmati Waktu Istirahat dengan Lebih Bermakna