Suara.com - Jaringan eksploitasi anak dan dewasa dalam memenuhi hasrat seksual di media sosial berhasil diungkap oleh pihak berwajib. Sindikat ini memiliki struktur organisasi yang cukup lengkap, mulai dari media sosial, pemasaran, penyedia rekening, hingga mucikari.
Modus operandi jaringan jual beli konten seksual ini menawarkan jasa layanan seksual atau open BO yang melibatkan perempuan di bawah umur dan dewasa, termasuk artis atau selebritis kurang terkenal dan warga negara asing.
Menurut Kombes Dani Kustoni, Wadirtipidsiber Bareskrim Polri, para tersangka awalnya mempromosikan layanan mereka melalui platform X. Calon pelanggan harus bergabung dalam grup Telegram 'Premium Place' dengan biaya pendaftaran antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Grup ini telah beroperasi sejak Juli 2023 dan memiliki sekitar 3.200 anggota.
"Layanan open BO perempuan di bawah umur ditawarkan dengan harga Rp 8 juta hingga Rp 17 juta. Pelanggan yang ingin fasilitas lebih harus membayar dan bergabung dengan grup 'Hidden Gems' yang memerlukan deposit Rp 5-10 juta," jelas Dani.
Para pelanggan di grup 'Hidden Gems' dijanjikan layanan khusus dengan perempuan pilihan, dengan tarif mencapai ratusan juta rupiah. Dari transaksi ini, talent akan menerima Rp 2 juta setelah memberikan layanan.
Dani mengungkapkan bahwa total transaksi yang dilakukan jaringan ini mencapai Rp 9 miliar dari tiga rekening. Polisi telah menyita berbagai barang bukti termasuk dua mobil, 12 ponsel, satu laptop, enam buku rekening, 13 kartu ATM, 14 SIM card, dan tiga alat kontrasepsi.
Jaringan ini menawarkan layanan di berbagai kota seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, Semarang, dan Bandung. Para pelanggan yang membayar lebih akan dilayani oleh admin di kota-kota tersebut. Jaringan ini memiliki 1.962 talent, termasuk 19 perempuan di bawah umur yang telah teridentifikasi.
"Tidak mudah mengidentifikasi para korban. Sejumlah anak di bawah umur masih dalam proses pengecekan data dan pendalaman," tambah Dani.
Polisi menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini: MI, YM, MRP, dan CA. Mereka dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta terancam hukuman 15 tahun penjara. Saat menangkap muncikari berinisial CA, polisi menemukan empat korban anak berusia 16-17 tahun, serta seorang perempuan berusia 20 tahun.
Baca Juga: Dulu Bilang Haram, Beda Sikap PBNU soal Eksploitasi Alam Usai Ormas Dapat Izin Kelola Tambang
"Para korban telah menjalani kegiatan ini selama kurang lebih tiga bulan. Saat ini, penyidik masih mengidentifikasi korban lainnya," lanjut Dani.
Dani juga menjelaskan bahwa salah satu pelaku sebelumnya adalah talent yang kemudian menjadi muncikari karena jaringan pertemanannya yang luas.
Kasus ini mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang memberikan apresiasi kepada Polri dan berharap para tersangka dihukum dengan adil.
Berita Terkait
-
Modus Open BO Anak 'Premium Place', Pasang Harga Rp 8-17 Juta Sekali Kencan
-
Polisi Ringkus 4 Tersangka Kasus Open BO Anak, Transaksi Setahun Tembus Rp 9 Miliar
-
RUU PPRT Harus Segera Disahkan untuk Lindungi Perempuan dan Anak dari Eksploitasi Kerja
-
Heboh! Selebgram Makassar ER Tertangkap Basah Open BO di Hotel, Tarifnya Fantastis!
-
7 Rekomendasi Series Indonesia dengan Adegan Dewasa
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata
-
Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget
-
Fakta Menarik Hasil Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026 Tadi Pagi
-
Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset
-
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni: Albiceleste Siap Hancurkan Spanyol
-
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
-
UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA
-
Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas
-
Amankah Ibu Hamil Pakai Parfum? Ini Penjelasan Dokter Kandungan
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja