Suara.com - Kota Kediri menjadi salah satu daerah yang dianggap punya momok tersendiri bagi orang nomor satu Tanah Air. Presiden yang datang ke Kediri disebut bakal lengser setelah mengunjungi kota yang berada di Jawa Timur itu.
Presiden Joko Widodo sendiri belum pernah berkunjung ke Kediri selama 10 tahun kepemimpinannya. Bahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung sempat mengaku bahwa melarang Presiden Jokowi berkunjung ke Kediri.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di hadapan kiai sepuh pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien, Lirboyo. Pramono mengacu pada pelengseran Presdien keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang sempat mengunjungi Kediri tak lama sebelum dijatuhkan.
Cerita Rakyat di Balik Mitos Kediri
Anggota Tim Pokok Pikiran Kebudayaan (PPKD) Kota Kediri, Imam Mubarok alias Gus Barok menyebutkan memang ada cerita rakyat atau folklor tentang mitos kediri dan kejatuhan seorang pemimpin.
Folklor tersebut berkaitan dengan Kerajaan Kalingga Selatan.
"Jadi zaman Kerajaan Kediri di era awal abad ke-6 (masehi) itu ada yang namanya Kerajaan Kalingga. Kalingga itu ada Kalingga Utara dan Kalingga Selatan," ujar Gus Barok seperti dikutip dari Suara Jatim, Jumat (23/8/2024).
"Kalingga Utara itu berada di Jepara, ratunya Ratu Shima, suaminya namanya Kartikea Singha. Kartikea Singha ini berkuasa di Kalingga Selatan di Keling, Kepung, Kediri," imbuhnya.
Gus Barok menyebut pada pemerintahan Katikea Singha, kerajaan sempat menyusun Kalingga Dharmasastra atau semacam undang-undang yang teridri dari 119 pasal. Ratusan pasal itu yang menjadi patokan kehidupan bermasyarakat kala itu.
Baca Juga: Pasang Syarat Anies Nurut jika Ingin Diusung PDIP, Megawati Trauma dengan Jokowi?
Sayangnya salah satu putra Karikea Singha dari Ratu Shima malah melanggar undang-undang tersebut sehingga harus dihukum potong tangan.
Kalingga Dharmasastra tersebut kemudian dijakian rujukan Raja Kerajaan Singhasari, Wisnuwardhana yang berkuasa tahun 1248-1268 dalam menyusun UU 'Purwadigama Dharmasastra' dengan 174 pasal.
"Ini (Purwadigama Dharmasastra) adalah penyempurnaan dari Kalingga Dharmasastra," papar Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu.
Pada proses penerapannya kemudian muncul cerita rakyat yang menerangkan mengenai kutukan Kartikea Singha. Kutukan itu hingga kini berkembang dan dipercayai sebagian masyarakat Kediri.
"Bunyinya (kutukan) bahwa siapa kepala negara yang tidak baik, tidak berbuat baik, maka dia akan runtuh. Itu cerita yang berkembang di masyarakat, folklor. Tapi lagi-lagi kembali pada keyakinan masing-masing," ungkap Gus Barok.
"Ya kalau kami-kami itu, orang pesantren itu dalam hal-hal demikian ya kurang percaya. Kami lebih percaya dengan Allah," tandasnya.
Diketahui selain Gus Dur, Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah berkunjung ke Kediri. Kendati demikian, SBY hanya berkunjung ke Kediri Timut tanpa menyebrang Sungai Brantas.
Berita Terkait
-
Kemarin Sibuk Bahas Tambang Bareng PBNU Saat Ramai Demo Tolak RUU Pilkada, Di Mana Jokowi Hari Ini?
-
Merinding, Video Kristo Immanuel Tirukan Suara Jokowi, Roasting Presiden RI: Dear Pak Mulyono...
-
Sejahteranya Jokowi 10 Tahun Jadi Presiden, Harta Bertambah Rp66 Miliar
-
Pasang Syarat Anies Nurut jika Ingin Diusung PDIP, Megawati Trauma dengan Jokowi?
-
Pengakuan PN Jakarta Selatan soal Kaesang Urus Surat Keterangan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?