Suara.com - PERURI (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) tengah jadi perbincangan hangat di media sosial bahkan menempati trending platform X pada Rabu (4/9/2024). Ini karena Peruri dianggap mementingkan bisnis e-meterai di tengah pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2024.
Beberapa netizen di media sosial mengeluhkan karena e-meterai yang dijual tidak bisa dibeli karena kesalahan sistem. Gara-gara ini sampai banyak muncul calo e-meterai.
"Lihatlah karna kebijakan kalian @BKNgoid @peruri_id. Berapa banyak orang yang mungkin bakal gagal administrasi karena e-materai bodoh ini. Ini juga bisa jadi lahan buat para calo nimbun e materai. Sok-sok an wajib pakai e-materai, tapi sistem belum siap, niat mau rekrutmen apa jualan sih?" bunyi cuitan akun @Tegar****.
"YaAllah sakit hati banget sampai e-materai aja ada calo nya, ada yang nimbun dijual harga selangit. Gimana nih Peruri bukan cuma 1 orang yah yang nimbun e-materai, sampai ada yang punya stok 100 pcs. Susah banget buat hidup di negara penuh calo @PeruriDigital #eMaterai," kata akun @jelly***.
Sebagai informasi, e-meterai adalah materai elektronik senilai Rp 10.000 sebagai ganti meterai tempel. Dalam pendaftaran CPNS 2024, ada sejumlah dokumen yang memerlukan meterai seperti surat pernyataan dan surat lamaran tergantung persyaratan dokumen masing-masing instansi tujuan.
Pembelian e-meterai untuk daftar CPNS 2024 dapat dilakukan di martketplace mana saja, yang memiliki layanan menjual materai elektronik. Hanya saja mendekati penutupan pendaftaran CPNS pada 6 September 2024, biasanya link pembelian e-meterai sering loading bahkan prosesnya cukup lama karena banyaknya pembeli yang mengakses. Hal inilah yang jadi kemarahan warganet di media sosial.
Lantas bagaimana profil Peruri yang ramai dikritik warganet karena dianggap mementingkan bisnis e-meterai di tengah pendaftaran CPNS 2024 itu? Simak penjelasan berikut ini.
Profil PERURI
PERURI (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sepenuhnya dimiliki pemerintah. Kekinian Peruri telah bertransformasi jadi perusahaan teknologi high security.
Pemerintah telah memberikan kepercayaan pada Peruri sebagai penyelenggara Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023.
Baca Juga: War e-Materai Bikin Calon Peserta CPNS Pusing, Tenang Ini Cara Beli Offline
Sebagai perusahaan teknologi high security, Peruri memperkuat pilar teknologi mulai dari Banknotes Printing Technology, Security Printing Technology, Digital Security Technology hingga Government Technology (GovTech).
Selain itu Peruri juga terus memperkuat bisnis inti sebagai pencetak uang rupiah, paspor, pita cukai, meterai dan dokumen pertanahan. Produk dari Peruri antara lain uang kertas dan uang logam, kertas berharga non uang, logam non uang serta digital business solution.
Ditilik dari sejarahnya, Peruri adalah BUMN yang didirikan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 1971. Peruri merupakan hasil merger antara Perusahaan Negara (PN) Arta Yasa dengan PN Pertjetakan Kebajoran.
Dalam perjalanannya, pemerintah telah mengubah PP yang mengatur tentang Peruri dengan beberapa kali perubahan hingga yang paling terakhir adalah PP 06 Tahun 2019. Di dalamnya dijelaskan tentang kegiatan usaha Peruri antara lain:
- Mencetak mata uang Rupiah guna memenuhi kebutuhan sesuai permintaan Bank Indonesia
- Membuat dokumen negara yang punya fitur sekuriti berupa Dokumen Keimigrasian dan Benda Meterai untuk memenuhi kebutuhan sesuai permintaan instansi berwenang
- Membuat dokumen lain untuk negara yang punya fitur sekuriti berupa Pita Cukai dan Dokumen Pertanahan
- Membuat dokumen untuk negara yang memiliki fitur sekuriti dan barang cetakan logam non uang
- Mencetak mata uang dan membuat dokumen negara lain yang memiliki fitur sekuriti atas permintaan negara yang bersangkutan, sepanjang telah terpenuhinya pencetakan Mata Uang Rupiah
- Menyediakan jasa yang mempunyai fitur sekuriti yang berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan
- Fabrikasi kertas uang, kertas sekuriti dan tinta sekuriti
- Jasa digital sekuriti
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
War e-Materai Bikin Calon Peserta CPNS Pusing, Tenang Ini Cara Beli Offline
-
Refund e-Meterai Peruri Hanya 75 Persen, Pelamar CPNS 2024 Protes: Makan Uang Haram!
-
Jangan Sampai Salah! Begini Contoh Swafoto CPNS 2024 yang Benar
-
Kapan Penutupan Pendaftaran CPNS 2024? Yuk Cek Jadwalnya
-
Formasi CPNS BPKP yang Dibuka, Gajinya Mulai dari Rp 8 Jutaan!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan