Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo tak setuju jika pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh dianggap berantakan. Hal ini Dito sampaikan saat banyak dicecar oleh Deddy Corbuzier.
Dito melakukan berbagai klarifikasi soal kontroversi PON yang diselenggarakan di Aceh terutama soal makanan. Mulanya Deddy menyebut adanya protes makanan atlet yang dianggap tak layak.
"Kalau tempe itu kejadian di daerah Karo, Sumatera Utara emang ada kesalahan tapi enggak lebih dari 40 boks dari 30 ribu boks," ungkap Dito seperti dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (2/10/2024).
Deddy kemudian bertanya soal munculnya video konsumsi susu yang berubah menjadi santan.
"Itu hoaks, karena setiap ada keluhan kita investigasi itu orang iseng buat konten untuk meramaikan aja," ujar Dito.
Lebih lanjut Dito membenarkan pagelaran PON Aceh memang memiliki kekuaran.
"Kalau salah ngaku. PON kan perhelatan besar, jadi ada kurang kesempurnaan," papar Dito.
Dito juga menyebut kendati ada kekurangan, perlu adanya apresiasi untuk Aceh dan Sumatera Utara.
"Kita harus apresiasi juga Aceh dan Sumut baru sekali mendapatkan kesempatan menyelenggarkaan acara sebesar PON," ujar Dito.
"Jadi pasti ada adaptasinya ada kurang sempurnaannya, kita apresiasi bagaimana pemetintah Aceh dan Sumut berhasil sampai ujung," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia
-
Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP