Lifestyle / Komunitas
Senin, 09 Desember 2024 | 13:20 WIB
Kolase Ustaz Derry Sulaiman dan Gus Miftah. [Dok.Istimewa]

Selain itu, Derry merasa tersinggung jika ada pihak yang menanyakan tarif untuk mengundangnya berdakwah. Ia menegaskan bahwa dirinya akan datang ke lokasi acara selama kebutuhan keluarganya tercukupi.

"Kalau kebutuhan keluarga saya tercukupi, buat anak jajan, saya akan datangi dengan biaya sendiri. Kalau cukup, kita datang bersama rombongan," ujarnya.

Namun, Derry menyebut lain hal jika ia diundang untuk menyanyi. Dalam konteks ini, ia menganggap wajar jika ada pembicaraan soal honor karena kegiatan tersebut bersifat profesional.

Tarif Ceramah Gus Miftah

Sementara itu, tarif ceramah Gus Miftah sempat dibocorkan oleh pegiat media sosial Rumail Abbas dalam akun X pada Selasa (3/12/2024).

Di situ terungkap tarif mengundang Miftah Maulana Habiburrahman mencapai Rp75 juta untuk 1,5 jam. Namun, nominal tersebut belum termasuk akomodasi rombongan, hotel, transportasi dan riders lainnya.

Netizen itu mengaku bahwa dirinya mengetahui hal tersebut karena menjadi saksi mata ketika temannya di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mau mengundang Gus Miftah.

Pengguna Facebook dalam kesempatan berbeda pun mengonfirmasi hal yang sama terkait tarif Gus Miftah yakni Rp75 juta untuk 1,5 jam ceramah yang diakuinya berasal dari cerita pengurus NU di luar Jawa.

Mundur dari Utusan Khusus Presiden

Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Keputusan ini disampaikan Gus Miftah saat konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (6/12/2024).

"Hari ini dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, serta dengan penuh kesadaran, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," ujar Gus Miftah dalam pernyataannya.

Gus Miftah menegaskan bahwa keputusannya ini diambil secara mandiri tanpa tekanan dari pihak mana pun.

"Ini bukan karena permintaan siapa pun, tetapi murni atas rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab saya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Gus Miftah menjadi sorotan publik setelah videonya yang dianggap mempermalukan seorang pedagang es teh viral. Dalam video yang diunggah akun Instagram @wkwkmedsos, terlihat Gus Miftah mengomentari pedagang yang sedang berada di tengah jamaah pengajian.

“Es tehmu sih akeh (masih banyak) nggak? ya sana jual (goblok, red),” ucap Gus Miftah, yang langsung disambut sorakan jamaah.

Ia juga meminta pedagang tersebut untuk menerima nasib jika dagangannya tidak laku. “Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir,” tukasnya.

Candaan yang dilontarkan Gus Miftah menuai kritik tajam dari netizen hingga tokoh publik dan selebritis. Banyak yang menilai bahwa pernyataan tersebut tidak pantas, terutama karena pedagang kecil dianggap sedang berjuang mencari nafkah.

Gus Miftah pun menyampaikan permintaan maaf setelah komentar tersebut viral. “Saya memang sering bercanda ke siapapun,” ujarnya dalam klarifikasi terpisah.

Selain itu, teguran kepada Gus Miftah bahkan datang langsung melalui Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya.

Meski telah meminta maaf secara terbuka dan mendatangi Sunhaji untuk berdamai, desakan agar dirinya dicopot dari jabatan tetap bergulir di media sosial.

Load More