Suara.com - Masyarakat Indonesia digegerkan dengan kasus kriminal yang dilakukan anak di bawah umur. Teranyar kasus anak baru gede (ABG) di Lebak Bulus yang menghabisi nyawa ayah dan nenek kandungnya pada akhir November 2024.
Ironisnya, kejadian ini seolah menambah daftar panjang tindak kejahatan yang dilakukan oleh remaja.
Kasus Anak Berkonflik Hukum
Kasus di Penajam Paser Utara
Pada Februari 2024 lalu, remaja berinisial J (16) membunuh satu keluarga yang terdiri dari lima orang di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dendam menjadi motif J tega melakukan tindakan keji itu.
Kasus di Palembang
Delapan bulan berselang, publik Tanah Air kembali dihebohkan dengan kasus pembunuhan yang dilakukan 4 remaja di Palembang, Sumatera Selatan. Empat ABG yakni IS (16), MZ (13), NS (12) dan AS (12) menghilangkan nyawa AA (13) secara sadis di TPU Talang Kerikil. Para pelaku juga merudapaksa korban dalam keadaan telah meninggal dunia.
Kejadian di Lebak Bulus
Kejadian terbaru di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan hingga kini masih didalami oleh pihak berwajib. Saat diinterogasi, anak berkonflik hukum MAS (14) mengaku mendapat bisikan ketika dirinya kesulitan tidur sebelum membunuh ayah dan neneknya APW (40) dan RM (60).
Baca Juga: Psikologi Remaja, Mengatasi Krisis Identitas dan Tekanan Sosial
"Interogasi awalnya dia merasa dia tidak bisa tidur, terus ada hal-hal yang membisiki dia, meresahkan dia, seperti itu. Kami masih mendalami ini, belum bisa ngambil kesimpulan kalau untuk motif," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung (30/11).
Motif insiden pembunuhan itu pun masih diusut. Di sisi lain, MAS dikenal sebagai anak yang sopan, berprestasi dan rajin ibadah. Namun, malam itu ia mendadak gelap mata usai mengaku dapat bisikan.
Lantas bagaimana dari kacamata psikologi?
Mendengar bisikan atau suara-suara yang sebenarnya tak berwujud bisa jadi merupakan gejala psikotik yang disebut halusinasi auditori. Namun perlu asesmen mendalam untuk menyimpulkannya.
Psikolog klinis Fitri Dian Hapsari menyebut bisikan negatif dapat disebabkan oleh akumulasi kemarahan yang tertahan akibat rasa sakit atau tekanan hingga memicu hasrat untuk melawan.
"Bisikan negatif bisa berupa semacam dorongan agresi atau kemarahan anak yang terpendam dan sangat menumpuk yang selama ini tertahan akibat adanya tekanan dari orang lain yang mendorong anak untuk melakukan hal-hal di luar dari norma yang seharusnya," ungkap Fitri kepada Suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
7 Cara Cek Bansos Kemensos yang Mudah dan Akurat 2026, Cek Namamu di Sini!
-
Bukan Sekadar Olahraga, Footgolf Jadi Cara Baru Cari Sehat Sekaligus Bangun Relasi
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Race Day, Alternatif Adidas Adizero Versi Murah
-
5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Cara Mudah Cek Penerima Bansos BPNT 2026 Lewat HP, Segera Cair Bulan Ini
-
Link Nonton Film Pesta Babi Full Movie di YouTube secara Gratis dan Legal
-
5 Produk Complexion di Indomaret, Bikin Makeup Mulus dan Tahan Lama
-
Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
-
Ramalan Zodiak Gemini 24-31 Mei 2026: Pekan Penuh Keberuntungan
-
Profil Ignatius Windu Hastomo, Anak Hasto Kristiyanto yang Menikah dengan Lim Xin Rui