Suara.com - Kasus penemuan pabrik uang palsu yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar belakangan viral di media sosial. Sampai sejauh ini, polisi telah menetapkan 15 tersangka peredaran uang palsu yang sengaja diproduksi di lingkungan kampus tersebut. Atas kejadian itu, masyarakat pun diminta waspada dan mengetahui cara membedakan uang palsu.
Sebelumnya, kasus uang palsu yang di produksi di lingkungan kampus terungkap usai polisi menerima laporan mengenai transaksi mencurigakan di Kecamatan Pallangga, Gowa. Penyelidikan kemudian mengarahkan petugas ke perpustakaan UIN Alauddin Makassar, yang ternyata telah dijadikan sebagai lokasi pembuatan uang palsu. Barang bukti yang disita polisi antara lain mesin cetak lain dan uang palsu senilai Rp 446,7 juta.
Diduga kuat, sindikat ini telah memanfaatkan fasilitas kampus untuk memproduksi uang palsu, di mana perpustakaan jadi lokasi utamanya. Diketahui para pelaku menggunakan mesin cetak yang dirancang khusus untuk menghasilkan uang palsu. Mereka kemudian mengedarkannya ke berbagai daerah.
Nah, agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu sebaiknya kita mengetahui cara membedakannya. Untuk itu, simak informasi lengkapnya berikut ini.
Cara Membedakan Uang Palsu
Melansir dari laman Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek Dikti dan Portal Informasi Indonesia, berikut adalah cara membedakan uang palsu:
1. Dilihat: Amati Warna dan Desain
Cara cara paling sederhana untuk mengenali apakah uang itu palsu aatau tidak adalah dengan melihat warna serta desainnya. Uang asli diketahui memiliki warna yang lebuh cerah dan jelas, sementara uang palsu memiliki warna pucat dan kusam. Nah, apabila kamu melihat uang yang terlihat pudar, bisa jadi itu tanda bahwa uang tersebut adalah palsu.
Tak hanya warnannya, desain uang asli juga tampak sangat detail dan tajam. Gambar nominal, pahlawan, ornamen, serta logo Bank Indonesia yang ada pada uang asli akan terlihat jelas. Namun sebaliknya, desain pada uang palsu, bisa terlihat kabur atau tidak lengkap. Oleh sebab itu, kita perlu mengamati dengan teliti sebelum menerimanya.
2. Diraba: Periksa Tekstur Kertas
Tekstur kertas yang dipegang juga bisa membantu mengidentifikasi uang palsu. Jika uang asli biasanya terbuat dari kertas khusus yang lebih tebal dan mempunyai tekstur yang kasar. Sementara uang palsu umumnya terbuat dari kertas yang tipis dan cenderung sangat halus, seperti kertas HVS.
Ciri lainnya, pada uang asli ada unsur pengaman yang tidak akan dimiliki oleh uang palsu. Misalnya saja, bagian tertentu pada gambar utama serta lambang negara akan terasa kasar dan menonjol saat diraba. Nah, bila tidak merasakan perbedaan utama ini, kemungkinan besar uang yang kita terima adalah uang palsu.
Baca Juga: Cara Menghapus Meta AI di WhatsApp di HP Android dan iOS
3. Diterawang: Gunakan Cahaya untuk Memeriksa
Cara membedakan uang palsu selanjutnya adalah dengan menerawnag uang ke arah cahaya. Cara ini terbilangbefektif untuk memastikan keasliannya. Jika diterawang, uang asli akan menunjukkan tanda-tanda seperti gambar pahlawan serta logo Bank Indonesia yang terlihat utuh. Selain itu, kita juga bisa melihat watermark yang muncul pada semua pecahan di uang kertas.
4. Periksa Benang Pengaman
Benang pengaman merupakan salah satu fitur penting yang bisa menunjukkan keaslian uang. Pada pecahan uang tertentu, benang ini biasanya terlihat menyatu dengan kertas dan dapat berubah warna saat dilihat dari sudut tertentu.
Apabila kamu tidak menemukan benang pengaman atau terlihat menyimpang dari desain aslinyam maka kemungkinan besar uang tersebut adalah palsu. Dari kasus yang sebelumnya terjadi, kebanyakan uang palsu tidak memiliki fitur pengaman ini atau dibuat dengan asal-asalan.
5. Kenali Ciri-Ciri Spesifik Uang Rupiah
cara membedakan uang palsu yang terakhir adalah dengan mengenali ciri spesifik uang rupiah. Sebab masing-masing pecahan uang rupiah mempunyai ciri-ciri yang spesifik, seperti halnya ukuran, desain, logo dan warna.
Sehingga kita perlu mengenali ciri-ciri ini agar dapat dengan mudah dalam membedakan antara uang asli dan yang palsu. Misalnya saja, pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 dibuat dengab tinta yang bisa berubah warna jika dilihat dari sudut tertentu.
Terungkapnya kasus produksi uang palsu di lingkungan UIN Alauddin Makassar ini, masyarakat diminta lebih berhati-hati dan cermat ketika menerima uang dari mana pun. Namun yang tak kalah penting adalah memgetahui cara membedakan uang palsu. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!
-
Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk
-
Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam
-
Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!
-
Tak Ada Jalan, Perahu Jadi Andalan Siswa Berangkat Sekolah di Muara Gembong
-
As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang
-
RI Masih Dapat Berkah dari Geopolitik, Investasi Tetap Mengalir Rp1.010,6 T di Semester I
-
Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat
-
Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total
-
Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik