Suara.com - Pendiri PT Paragon Technology and Innovation, Nurhayati Subakat, punya perjalanan naik-turun sebagai bos produk kecantikan. Ia tak serta merta langsung sukses usai membangun perusahaan yang menaungi belasan kosmetik dan skincare.
Nurhayati Subakat sendiri merupakan sarjana Farmasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia merupakan lulusan terbaik pada tahun 1975.
Sayangnya menjadi lulusan terbaik tak membuat jalan kariernya mulus. Ia sempat melamar sebagai dosen, namun ditolak.
Hingga akhirnya, Nurhayati bekerja sebagai apoteker di sebuah rumah sakit di Bandung. Ia juga pernah bekerja menjadi apoteker honorer di kampung halamannya di Padang Panjang, Sumatera Barat.
"Saya balik ke Sumbar (Sumatera Barat) kerja di apotek rumah sakit, ngurusin obat di bangsal. Itu kan pegawai negeri, jadi honorer dulu," ujar Nurhayati dikutip dari kanal YouTube Rahim Isnan Al Hilman, Jumat (31/1/2025).
"Itu saya ingat honor saya cuma Rp20 ribu padahal seorang apoteker. Saya ingat itu dapat sekitar 80 buah nasi bungkus, sekarang sekitar Rp1,6 juta lah. Bagi saya enggak masalah, kerja aja yang baik," imbuhnya.
Sayangnya pekerjaan itu tak bertahan lama lantaran ia pindah ke Jakarta usai menikah dengan suaminya.
"Saya udah mau CPNS, kemudian saya menikah kan suami di Jakarta jadi saya harus pindah, saya minta kan pindah lolos butuh nggak dikash sama rumah sakitnya, ya yausah saya tinggal aja," paparnya.
Hijrah ke Jakarta, Nurhayati mulanya melamar di apotek kecil namun ditolak. Kemudian ia diterima di perusahaan kosmetik multinasional sebagai apoteker. Meski sudah mendapatkan gaji menjanjikan, Nurhayati akhirnya keluar dari pekerjannya usai melahirkan anak ketiga.
Baca Juga: Paragon Corp, Perusahaan Milik Nurhayati Subakat Beri Umrah Gratis Ribuan Karyawan
Pada tahun 1985, Nurhayati memberanikan diri membuka usaha kosmetik dengan nama PT Pusaka Tradisi Ibu. Perusahaan ini yang kemudian jadi cikal bakal berdirinya PT Paragon Technology and Innovation.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
BRI Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan Relindo Batang
-
Sidang Tahunan MPR 2026: Jadwal Dipadatkan Demi Salat Jumat, Prabowo Pidato Pukul 09.34 WIB
-
Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam
-
Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana
-
3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo
-
Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol
-
Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini
-
Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister