Suara.com - Bos-bos skincare dan kosmetik belakangan tengah menjadi perhatian. Hal ini terkait dengan beberapa juragan skincare yang dikenal suka pamer alias flexing.
Berbeda dari bos skincare kekinian yang sering flexing, berikut 3 pendiri skincare dan kosmetik legendaris yang jauh dari pamer, apa saja?
1. Viva Cosmetics
Siapa yang tak mengenal produk Viva, kosmetik legendaris Tanah Air yang menjadi salah satu pionir di Indonesia. Viva Cosmetics merupakan produk kosmetik pertama yang mencantumkan "Made in Indonesia". Produk Viva diproduksi oleh PT Vitapharm yang berdiri sejak 1962.
Viva mulanya didirikan oleh lima sekawan bernama Haji Muhammad Hoesin Ahamid, Nehemia Pesik, Drs. Wim Kalona Apt, Drs. Estefanus Looho apt, dan Drs. Gouw Soen Hok Apt.
2. Sariayu
Sariayu jadi produk legendaris lokal yang keberadaannya tak perlu diragukan lagi. Sariayu dibangun oleh DR. (H.C.) Martha Tilaar pada tahun 1970.
Martha Tilaar pertama kali mengawali langkahnya dengan membuka salon bernama Martha Salon. Hingga pada tahun 1977, ia berkeinginan membuat produk kecantikan sendiri bernama Sariayu.
DR.(H.C.) Martha Tilaar pada tahun 1977 memulai Sarayu usai meriset pada manuskrip-manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta. Ia mempelajari tata cara perempuan ningrat Jawa merawat dan menjaga kecantikannya.
Baca Juga: Sosok Martha Tilaar: Owner Skincare Legendaris, Juga Anti Flexing Seperti Nurhayati Subakat
3. Wardah
Wardah menjadi salah satu pelopor kosmetik dan skincare halal di Tanah Air. Produk ini diluncurkan oleh perusahaan PT Pusaka Tradisi Ibu oleh Nurhayati Subakat pada pada tahun 1995. Meski sempat terdampak krisis 1998, bisnis milik Nurhayati masih bertahan hingga tahun 2010, produk MAKE OVER lahir.
Pada tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation. Produk kecantikan yang kemudian dilahirkan Paragon antara lain, seperti Emina Kahf, Crystallyr, Instaperfect Labore, Biodef, Tavi, Wonderly, OMG, Beyondly, Earth Love Live, dan Labore.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
BRI Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan Relindo Batang
-
Sidang Tahunan MPR 2026: Jadwal Dipadatkan Demi Salat Jumat, Prabowo Pidato Pukul 09.34 WIB
-
Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam
-
Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana
-
3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo
-
Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol
-
Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini
-
Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister