Suara.com - Jakarta kembali bersiap menyambut salah satu konser amal tahunan yang paling dinantikan, 14th Ramadhan Jazz Festival (14th RJF).
Dengan tema "Our Time is Now", festival ini mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum berbuat kebaikan, berbagi, dan membantu sesama.
Acara ini akan digelar pada 14-15 Maret 2025 di Pelataran Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.
Ramadhan Jazz Festival bukan sekadar konser biasa. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2011, festival ini telah menjadi simbol sinergi antara seni, budaya, dan nilai-nilai sosial.
Dengan menggandeng Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) dan Wartajazz, RJF terus mengedepankan misi kemanusiaan di setiap penyelenggaraannya.
Tahun ini, seluruh hasil dari paket donasi yang dibeli penonton akan digunakan untuk merenovasi dan merevitalisasi masjid serta musholla di wilayah Jabodetabek.
"Tiket akan disumbangkan untuk revitalisasi masjid dan mushola sekitar Jabodetabek yang membutuhkan,"kata Muhammad Arief Perdana, perwakilan dari RICMA dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2025).
Inilah seolah menjadi bukti nyata bahwa musik dapat menjadi medium untuk menebarkan kebaikan, menghubungkan hati, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Selain menjadi ajang amal, RJF 2025 juga menghadirkan deretan musisi berbakat tanah air yang siap menghibur pengunjung.
Baca Juga: Kartu Merah Konyol Lawan Persik, Ramadhan Sananta Diacuhkan Patrick Kluivert?
Pada hari pertama, Jumat (14/3/2025), festival ini akan dimeriahkan oleh Salma Salsabil, Pendarra, HIVI, dan Rafi Sudirman.
Sementara pada hari kedua, Sabtu (15/3/2025), panggung RJF akan menampilkan Kunto Aji, Nabilla Taqiyyah, Wijaya 80, Nadhif Basalamah, dan Burgundy.
Kehadiran musisi-musisi ini diharapkan dapat menghadirkan atmosfer yang syahdu dan penuh makna, memperkuat spirit Ramadhan dengan lantunan musik yang menenangkan jiwa.
Melampaui Musik: Syiar dan Dampak Sosial
Seiring dengan perjalanannya selama lebih dari satu dekade, RJF telah berkembang menjadi lebih dari sekadar konser. Festival ini menjadi bentuk nyata bagaimana seni dapat digunakan sebagai media dakwah dan syiar kebaikan.
Dengan kolaborasi antara komunitas keagamaan dan pecinta musik jazz, RJF membuktikan bahwa ibadah, seni, dan aksi sosial dapat berjalan berdampingan.
Melalui "Our Time is Now", RJF 2025 mengajak kita semua untuk tidak menunda perbuatan baik. Inilah waktu kita untuk berkontribusi, berbagi, dan menyebarkan manfaat seluas-luasnya.
Jadi, siapkan diri untuk merasakan pengalaman spiritual yang berbeda di 14th Ramadhan Jazz Festival. Karena di sini, musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga jembatan menuju kebaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil