Suara.com - Vadel Badjideh telah ditetapkan menjadi tersangka setelah dilaporkan Nikita Mirzani dalam kasus dugaan tindak asusila terhadap sang anak, LM.
Kepala Unit (Kanit) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu Civilia, menyebut bahwa Vadel membujuk LM supaya mau berhubungan badan.
Padahal saat itu LM mash berstatus di bawah umur. "Tersangka menjelaskan akan bertanggung jawab serta menikahi anak korban," kata Citra dalam jumpa pers, Jumat (14/2/2025).
Namun alih-alih dinikahi, Vadel disebut memaksa LM untuk melakukan aborsi. Nikita yang akhirnya mengetahui kondisi LM sontak melaporkan Vadel ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Bahaya Aborsi Terhadap Tubuh
Aborsi adalah tindakan untuk mengakhiri kehamilan yang sejatinya memiliki sejumlah risiko terhadap kesehatan tubuh sang ibu.
Umumnya aborsi dilakukan pada usia kehamilan di bawah 24 minggu, baik dengan metode pemberian obat-obatan atau tindakan operasi.
Dikutip dari Alodokter, setelah aborsi, umumnya wanita akan mengalami keluhan nyeri atau kram perut, mual, lemas, dan perdarahan ringan selama beberapa hari.
Namun terdapat beberapa komplikasi lain yang mesti diwaspadai setelah melakukan aborsi, yakni:
Baca Juga: Adu Pendidikan Fahmi Bachmid vs Razman Arif Nasution, Ada yang Diduga Tak Diakui Kampus
1. Perdarahan
Salah satu risiko yang harus diwaspadai adalah perdarahan berat melalui vagina. Risikonya menjadi semakin besar apabila masih tersisa jaringan janin atau ari-ari di dalam rahim setelah aborsi.
2. Infeksi
Kondisi ini umumnya ditandai dengan demam, munculnya keputihan yang berbau, dan nyeri hebat di area panggul. Pada kasus infeksi yang berat, sepsi juga bisa terjadi setelah aborsi.
3. Kerusakan pada Rahim dan Vagina
Risiko lain adalah kerusakan berupa lubang atau luka berat, yang dapat ditemui di area dinding rahim, leher rahim, samapi vagina. Risiko menjadi lebih besar bila aborsi tidak dilakukan dengan benar.
4. Masalah Psikologis
Selain mempengaruhi fisik, kondisi mental juga bisa terdampak akibat aborsi. Perasaan bersalah, malu, stres, cemas, sampai depresi adalah beberapa masalah psikologis yang umum ditemui pada wanita setelah menjalani aborsi.
Risiko-risiko terhadap kesehatan ini bisa membesar apabila aborsi dilakukan secara ilegal, dilakukan di fasilitas kesehatan yang kurang memadai, atau menggunakan metode tradisional yang tidak terjamin keamanannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Operasi Senyap KPK di Bengkulu, Barang Bukti Dibawa Lewat Jalur VVIP
-
Ketika Jabatan Dipandang sebagai Kekuasaan, Bukan Kepemimpinan
-
GEMPAR di Pasar Kebonagung Sukses Digelar, Gamelan hingga Tarian Meriahkan Suasana
-
Samsung Galaxy Foldable 8 Hadir, Pre-Order Lebih Hemat Pakai Kartu Kredit BRI
-
3 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Kaki Lebar, Aman buat Daily Training
-
4 Shio yang Beruntung Hari Ini 26 Juli 2026, Ada Naga hingga Kerbau
-
Rilis Kiss N Tell, aespa Tinggalkan Konsep Musik Rasa Besi di Lagu Terbaru
-
5 Fakta Kematian Misterius Satpam di Waduk Jatiluhur: Ditemukan dengan Tangan Terborgol
-
Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Aksi Hijau di Pesisir
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat