Suara.com - Tren #KaburAjaDulu rupanya pernah dilakukan oleh Bunda Corla yang saat ini menetap di luar negeri, Jerman. Bunda Corla lebih memilih meninggalkan Indonesia dan memulai kehidupannya yang baru di Jerman.
Dengan pengalamannya tersebut, Bunda Corla mengaku mendukung tren #KaburAjaDulu yang saat ini banyak digaungkan oleh kalangan anak muda.
#KaburAjaDulu merupakan sebuah fenomena yang dilakukan oleh mereka ketika merasa ingin meninggalkan Indonesia dan menetap di luar negeri.
Banyak dari mereka menuliskan tren hastag atau tagar ini di sosial media. Bahkan, mereka dengan lantang menyebutkan banyak keunggulan tinggal di luar negeri dibanding di Indonesia.
Dalam sebuah wawancara yang diposting dalam sebuah video di TikTok, Bunda Corla membagikan pengalamannya selama meninggalkan Indonesia.
Wanita yang terkenal akan tingkah lucunya tersebut juga membeberkan alasannya mengapa ia setuju dengan tren #KaburAjaDulu.
"Kalau dibilang setuju, untuk saat ini bahwa tidak adanya lapangan kerja buat mereka atau pelarian mereka ke luar negeri supaya mereka mengembangkan ilmu mereka, ya saya sangat setuju," ujar Bunda Corla.
Bunda Corla juga meminta agar pemerintah tidak menyalahkan mereka yang melakukan hal tersebut.
"Jangan terlalu salahkan mereka. Mungkin mereka terlalu peka, terlalu emosional, gak tahu berbuat apa-apa kalau memang negara luar menjanjikan buat mereka akan di luar negeri dengan hidup yang tentram, nyaman, mendapatkan hasil yang sebanding, tentu ya saya dukung," kata Bunda Corla.
Baca Juga: Gara-gara Ucapannya, Faizal Assegaf Terancam Dipolisikan
Sebaliknya, Bunda Corla mempertanyakan apakah dengan tren #KaburAjaDulu ini membuat pemerintah Indonesia sadar dengan kekurangan mereka dalam memberikan kehidupan yang nyaman dan tentram atau tidak.
"Dan kembali lagi ke pemerintah kita, sadar enggak? Merasa tertampar enggak? Merasa sedih enggak? Merasa kecewa enggak? Pemuda Indonesia yang cerdas dan pintar, sekolah bertahun-tahun, mereka harus meninggalkan Indonesia hanya karena tidak ada lapangan kerja dan sulitnya untuk memberikan pekerjaan ke mereka," imbuhnya.
Bunda Corla juga menyayangkan kriteria para pekerja yang sangat sulit, terutama untuk tinggi badan dan usia.
Baginya, yang terpenting bagi mereka yang ingin bekerja adalah otak, kemampuan, dan semangatnya dalam bekerja.
"Kita yang penting otaknya, kemampuannya, semangatnya, bisanya dia bekerja. Usia 30 menurut saya itu belum tua, belum pantas untuk dimusiumkan," pungkas Bunda Corla.
Sekedar informasi bahwa Bunda Corla telah bekerja dan tinggal di Jerman sejak tahun 2004 silam. Hingga saat ini, ia mengaku lebih nyaman tinggal di negara tersebut dibanding negaranya sendiri.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?