Suara.com - Kebijakan Pemerintah Indonesia terkait pemangkasan anggaran di sejumlah lini strategis, seperti pendidikan menimbulkan pro dan kontra. Langkah Presiden Prabowo Subianto ini dianggap berisiko.
Berbagai manuver politik pemerintah belakangan ini juga terus disorot publik, mulai dari UU Minerba, multifungsi ABRI/TNI, kontroversi PSN, tukin dosen, makan bergizi gratis, kabinet gemuk, hingga kesewenang-wenangan DPR.
Hal ini lantas memunculkan aksi #KaburAjaDulu dan #IndonesiaGelap yang disinyalir sebagai ekspresi rasa kecewa publik terhadap pemerintah.
Bahkan, aksi Indonesia Gelap juga mendapatkaan perhatian publik dunia. Jurnalis internasional Peter Cronau bahkan menyebut bahwa Prabowo tampak mengikuti contoh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam mengurangi layanan pemerintahan yang dianggap esensial. Hal ini diungkapkan melalui cuitan Cronau di platform X (sebelumnya Twitter) pada 28 September 2023.
Dalam cuitannya, Cronau menulis, *"President Prabowo looks to follow the Trump example in slashing essential government services — Indonesian security forces back on the streets in their traditional role of repelling protests."* (Presiden Prabowo tampak mengikuti contoh Trump dalam memotong layanan pemerintahan esensial — pasukan keamanan Indonesia kembali ke jalanan dalam peran tradisional mereka untuk membubarkan protes).
Cronau merujuk pada kebijakan Prabowo yang dinilai mirip dengan pendekatan Trump dalam mengurangi anggaran untuk layanan publik, sementara memperkuat peran aparat keamanan dalam menangani demonstrasi atau protes yang muncul sebagai respons atas kebijakan tersebut.
Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat sipil dan pengamat internasional, yang melihat potensi peningkatan ketegangan sosial dan politik di Indonesia.
Kebijakan Prabowo ini juga menuai kritik dari berbagai pihak, terutama terkait dampaknya terhadap kesejahteraan rakyat. Pengurangan layanan esensial, seperti subsidi kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial, dikhawatirkan akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui juru bicaranya membantah tuduhan bahwa kebijakan tersebut meniru strategi Trump. Mereka menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil bertujuan untuk efisiensi anggaran dan fokus pada program-program prioritas nasional. Namun, penjelasan ini belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran publik.
Baca Juga: Jelang Pelantikan, Keluarga dan Kerabat Kepala Daerah Terpilih Padati Monas
Cuitan Peter Cronau ini telah memicu perdebatan luas di media sosial, dengan banyak netizen yang menyoroti kesamaan antara kebijakan Prabowo dan Trump, terutama dalam hal pendekatan otoriter dan penggunaan kekuatan keamanan untuk mengontrol situasi dalam negeri.
Berita Terkait
-
Lagu Ganyang Fufufafa Dilantunkan Mahasiswa saat Demo, Netizen: Musik Termerdu 2025
-
SAH! 961 Kepala Daerah Resmi Dilantik Prabowo di Istana Mereka
-
Bakal Dilantik Secara Simbolis Oleh Prabowo, Kepala Daerah 6 Perwakilan dari Semua Agama Tiba di Istana
-
Jelang Pelantikan, Keluarga dan Kerabat Kepala Daerah Terpilih Padati Monas
-
Penjelasan Marsdya Mohammad Syafii soal Hadir di Istana Negara saat Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%