Suara.com - Setelah sukses besar di tahun sebelumnya, Modinity Fashion Parade 2025 (MFP 2025) kembali hadir dengan kemegahan yang lebih besar.
Acara yang berlangsung di The Hall, Senayan City Mall ini menghadirkan lima brand ternama dari Modinity Group—Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, dan Calla, yang debut sebagai pendatang baru.
Lantas seperti apa koleksi keseluruhan koleksi dari Modinity Fashion Parade 2025 mulai dari koleksi Raya, hingga koleksi kolaborasi yang mencerminkan esensi elegan, berikut detilnya.
Calla: Debut Berani dengan Koleksi "Pansy In The Air"
Kehadiran Calla menjadi sorotan utama di MFP 2025. Brand ini memulai debutnya dengan koleksi "Pansy In The Air", menampilkan motif pansy yang melambangkan keberanian, kreativitas, dan kecantikan. Warna-warna bold hingga pastel semakin memperkuat identitas desainnya yang berkarakter.
Buttonscarves: "Dazzling Festive" dan Kejutan dari Brand Ambassador
Buttonscarves menghadirkan koleksi "Dazzling Festive", yang mengombinasikan warna-warna berani, siluet elegan, serta detail mewah seperti embellishment beads berbentuk logo "B".
Momen spesial juga terjadi di panggung MFP 2025 dengan kehadiran empat Brand Ambassador mereka—Laura Basuki, Putri Marino, Alyssa Daguise, dan Halima Aden.
Benang Jarum: Kolaborasi dengan Raisa dan Koleksi Spesial Anniversary
Baca Juga: Minimalisme di Era Digital: Normalisasi Pakai Outfit Sama Berulang Kali
Benang Jarum menghadirkan empat koleksi unik, termasuk "Festive Finesse", hasil kolaborasi dengan Raisa. Selain itu, mereka juga mempersembahkan "Adara".
Koleksi spesial ulang tahun ke-5 yang menampilkan motif geometris, stripes, floral paisley, dan anemone. Koleksi "Ethereal" dari Benang Jarum Black Label menonjolkan material lace elegan dalam warna putih, krem, hitam, dan hijau pastel.
Nada Puspita: Keindahan Mughal dan Classic Vintage dalam "Raya Romance"
Nada Puspita kembali memukau dengan koleksi "Raya Romance", yang menggabungkan dua inspirasi utama—Mughal garden dengan arsitektur khas India, serta gaya classic vintage yang romantis dengan aksen pita dan lace.
Zyta Delia: Filosofi Keindahan dalam Koleksi "Aeré"
Terinspirasi dari makna "aerial" dan "aérien", Zyta Delia mempersembahkan koleksi "Aeré" dengan lima seri tas dan lima scarf elegan. Tidak hanya itu, mereka juga mengejutkan para pengunjung dengan kolaborasi eksklusif bersama Batik Trusmi, menghadirkan Twilly sebagai aksesori pemanis tas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit