Suara.com - Sule belum lama ini bicara soal nama cucu pertamanya, yakni anak dari Rizky Febian dan Mahalini yang ternyata menjadi sorotan warganet. Bagaimana tidak? Nama yang diberikan cukup panjang yaitu Zairee Selina Quinly Kareema Febian.
Sang kakek mengatakan jika Rizky Febian memberikan nama terlalu panjang kepada anaknya karena alasan menarik. Ia menyebut jika Rizky Febian merasa dendam karena pada saat akad nikah, dia kesulitan menyebut nama Mahalini yang ternyata cukup panjang.
Sehingga nampaknya jika nanti Rizky Febian menikahkan putrinya, ia ingin sang menantu merasakan hal yang sama.
Memberikan nama terlalu panjang kepada anak apakah tidak akan menimbulkan masalah? Jawabannya, tentu saja akan berdampak kurang baik kepada anak kedepannya.
Lantas, mengapa orang tua tidak boleh memberikan nama terlalu panjang kepada anak? Berikut penjelasan lengkapnya.
Alasan Tidak Dianjurkan Memberikan Nama Anak Terlalu Panjang
Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebanarnya tidak memberikan batasan atau aturan pakem kepada orangtua yang ingin memberikan nama kepada anak mereka.
Hal itu disebabkan pemberian nama atau identitas merupakan hak bagi setiap warga negara. Namun, sangat disarankan jika nama yang dipilih tidak bertentangan dengan kesusilaan, sopan santun, atau SARA.
"Nama itu kan doa dari orang tua. Tentu saja nama yang baik-baik, tidak bertentangan dengan agama, kesusilaan, sopan-santun, sehingga tidak boleh yang berkonotasi jelek," ujar Direktorat Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh.
Lebih lanjut, Zudan mengatakan jika sebaiknya memberikan nama anak yang tidak terlalu panjang karena nantinya akan menimbulkan kesulitan.
Baca Juga: Mengapa Nama Orang Islandia Banyak Berakhiran "-Son"? Ini Alasannya
Kesulitan tersebut akan ditemukan ketika anak akan mengisi sebuat formulir atau sistem registrasi dimana di Indonesia sendiri kolom nama yang disediakan terbatas.
"Anaknya kasihan, kami di Dukcapil juga kesulitan. Mungkin secara filosofis itu benar, tapi kami kesulitan memasukkan dalam dokumen. Terpaksa disingkat. Kalau disingkat orang tuanya sering keberatan," kata Zudan.
Kondisi tersebut akan menjadi risiko seumur hidup bagi anak karena dapat menimbulkan banyak kesulitan lainnya, terutama kesulitan mendapat akses layanan publik karena ejaan nama yang terlalu panjang.
Adapun layanan yang dapat menimbulkan pengaruh besar terhadap masalah nama, seperti KTP-el, SIM, STNK, BPJS, NPWP, Ijazah, sertifikat tanah, rekening bank, dan masih banyak lainnya.
"Kalau nama terlalu panjang nanti risiko, anaknya yang kasihan. Bayangkan nanti di KTP disingkat-singkat namanya. Anaknya mungkin juga lupa kalau ditanya namanya siapa," pungkas Zudan.
Aturan Umum Pencatatan Nama di Dukcapil
Untuk kasus pemberian nama anak, Dukcapil menerapkan beberapa aturan umum dalam pencatatan nama di Indonesia yang bisa diikuti. Berikut adalah aturan yang disarankan:
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi