Suara.com - Demo mahasiswa masih terus terjadi di beberapa wilayah Indonesia sebagai bentuk penolakan UU TNI. Di tengah aksi unjuk rasa, mahasiswa dan peserta demo kerap menjadi korban aksi represif aparat, seperti gas air mata hingga pentungan.
Situasi ini membuat alat pelindung diri (APD)—Personal Protective Equipment (PPE)—sangat krusial dan perlu dipakai oleh pengunjuk rasa. Tujuannya tentu agar tetap aman dan tidak terluka ketika situasi memanas.
Berikut ini adalah rekomendasi alat pelindung diri untuk demo mahasiswa yang sudah sesuai standar internasional..
Alat Pelindung Diri
Alat Pelindung Diri (APD) adalah pakaian pelindung untuk mata, kepala, telinga, tangan, sistem pernapasan, tubuh, dan kaki. Alat ini digunakan untuk melindungi individu dari risiko cedera dan infeksi sekaligus meminimalkan paparan terhadap bahaya kimia, biologi, dan fisik.
APD berfungsi sebagai garis pertahanan terakhir ketika kontrol teknik dan administratif tidak cukup untuk mengurangi atau menghilangkan risiko.
Menurut hierarki pengendalian oleh National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) , APD (kadang-kadang disebut juga sebagai peralatan APD)—direkomendasikan sebagai tingkat pertahanan terakhir untuk mencegah cedera, penyakit, dan kematian akibat pekerjaan.
Beberapa bisnis sering menggabungkan APD dengan tindakan pengendalian lain untuk memastikan lingkungan yang aman dan sehat bagi pekerja mereka. Selain untuk melindungi pekerja, APD juga sangat membantu aksi demonstrasi yang kerap terjadi di negara-negara penganut demokrasi.
Berikut adalah 4 jenis APD yang dapat diterapkan untuk melindungi diri agar tetap aman saat demo tengah berlangsung.
Baca Juga: Demo UU TNI Berujung Ricuh, LBH Ansor Buka Posko Pengaduan Korban Kekerasan Aparat
1. Pelindung Wajah dan Mata
Pelindung wajah dan mata mencakup kacamata keselamatan dan pelindung wajah. Alat ini harus digunakan untuk tugas-tugas yang dapat menyebabkan kerusakan mata atau kehilangan penglihatan, seperti semprotan gas air mata, cairan beracun, percikan, dan luka bakar.
2. Perlindungan Pernapasan
APD pernapasan sangat penting dipakai di tengah demo. Pasalnya, alat pelindung ini bisa melindungi pernapasan dari serangan gas air mata yang berbahaya jika terhirup ke dalam tubuh.
APD pernapasan bisa berupa respirator wajah penuh, alat bantu pernapasan mandiri, masker gas, respirator N95, dan masker bedah.
3. Perlindungan Kulit dan Tubuh
APD Pelindung Kulit dan Tubuh mencakup kategori berikut untuk melindungi karyawan dari bahaya fisik:
- Pelindung Kepala: mencakup helm dan alat pelindung kepala. Diperlukan untuk mencegah kepala dari ancaman jatuhnya suatu kekuatan atau benda ke kepala.
- Perlindungan tubuh: APD Pelindung Tubuh meliputi rompi dan pakaian keselamatan yang dapat digunakan untuk tugas-tugas yang dapat menyebabkan cedera tubuh akibat suhu ekstrem, api dan percikan api, bahan kimia beracun, gigitan serangga, dan radiasi.
- APD Pelindung Tangan: mencakup sarung tangan keselamatan untuk mencegah terjadinya ancaman luka bakar pada tangan dan kulit, penyerapan zat-zat berbahaya, luka-luka, patah tulang atau amputasi.
- Pelindung kaki: APD mencakup bantalan lutut dan sepatu bot keselamatan. Bisa menjadi perlindungan cedera kaki dan tungkai serius akibat benda jatuh atau terguling, zat panas, bahaya listrik, dan permukaan licin.
- Pelindung jatuh: APD mencakup sabuk pengaman dan tali pengaman. Bisa melindungi diri dari potensi jatuh dari ketinggian dan cedera serius atau kematian.
- Pelindung pendengaran: APD mencakup penutup dan penyumbat telinga. Dapat melindungi telinga dari ancaman masalah pendengaran dan hilangnya pendengaran.
Contoh APD lainnya meliputi:
- kacamata atau goggles keselamatan
- sepatu keselamatan
- pakaian atau rompi yang mudah terlihat
- sarung tangan anti panas
- sarung tangan anti getaran
- APD pengelasan seperti helm dan pakaian tahan api
- jas atau celemek tahan bahan kimia
- sabuk pengaman dan tali pengaman
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
-
Demo UU TNI Berujung Ricuh, LBH Ansor Buka Posko Pengaduan Korban Kekerasan Aparat
-
UU TNI Banjir Protes hingga Digugat ke MK, Puan Santai: Tolong Baca Dulu Isinya, Mencurigakan?
-
Viral Aksi Brutal Polisi ke Pendemo Tolak UU TNI di Surabaya, Netizen: Ini Keluarga Saya!
-
Gelar Kampanye Sosial di Panti Asuhan, Comminfest 2025 Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang bagi Anak
-
Viral Polsek Cakung Minta Uang Tebusan usai Tahan Mahasiswa Pendemo Tolak RUU TNI, Kapolres: Hoaks!
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Apakah Bedak Sachet Viva Bagus? Cek Harga dan Ulasan Jujur Pengguna
-
5 Cafe yang Buka Jam 7 Pagi di Jogja, Hidden Gem Coffee Shop Cocok Buat Sarapan dan Ngopi
-
5 Sepatu Jalan Skechers untuk Aktivitas Seharian, Lagi Diskon Sampai 30 Persen
-
Promo Alfamart Personal Care Fair, Borong Skincare dan Bodycare Diskon hingga 50 Persen
-
Skincare Pigeon Bisa Dipakai Mulai Umur Berapa? Ini Panduan Usia dan Produk Sesuai Review
-
Booth Ini Jadi Spot Seru Liburan Sekolah di Jakarta Fair 2026
-
Gunung Kawi di Kota Apa? Ramai Dikaitkan dengan Isu Pesugihan Artis dan Pejabat
-
Beda Parfum EDT dan EDP, Mana yang Cocok untuk Pemakaian Sehari-hari?
-
4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 28 Juni 2026, Hoki Mengalir di Akhir Pekan