Suara.com - Puasa syawal dimulai setelah hari raya Idul Fitri. Pelaksanaannya dimulai tanggal 2 syawal sampai 7 syawal. Jadi, puasa syawal dilaksanakan selama enam hari.
Pelaksanaan puasa syawal bisa dilaksanakan selang-seling atau berurutan. Puasa syawal memiliki keutamaan istimewa bagi yang melaksanakannya. Rasulullah saw menyampaikan bagi siapa saja yang melaksanakan puasa syawal akan memperoleh pahala puasa setahun senilai puasa setahun.
Rasulullah saw bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun (HR Muslim).
Pahala puasa selama setahun tersebut berdasarkan pada firman Allah Swt sebagai berikut:
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ
Artinya: Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya (QS Al-An’am [6]: 160)
Mengacu pada firman tersebut, bila dihitung maka satu bulan puasa Ramadhan dikali sepuluh sama dengan 10 bulan, kemudian ditambahkan dengan enam hari puasa syawal yang dikali sepuluh sama dengan dua bulan, hasilnya 12 bulan atau satu tahun.
Baca Juga: Apakah Salat Tahajud Harus Tidur Dulu? Ini Penjelasan Ulama
Pelaksanaan puasa syawal 2025
Jika ditanya puasa syawal sampai kapan di tahun 2025, kita bisa menghitungnya dari tanggal 1 syawal yang jatuh pada 31 Maret 2025. Pelaksanaan puasa syawal dimulai tanggal 2 syawal sampai 7 syawal, artinya pada 1 April 2025 dimulai puasa syawal yang merupakan hari kedua bulan Syawal.
Bila dihitung pada tanggal pelaksanannya, maka puasa Syawal 2025 akan berakhir pada 8 April 2025. Tanggal 8 April bertepatan dengan hari keenam bulan syawal. Berikut jadwal puasa syawal 2025:
- 1 April 2025 (2 Syawal 1446 H)
- 2 April 2025 (3 Syawal 1446 H)
- 3 April 2025 (4 Syawal 1446 H)
- 4 April 2025 (5 Syawal 1446 H)
- 5 April 2025 (6 Syawal 1446 H)
- 6 April 2025 (7 Syawal 1446 H)
Niat puasa syawal
Bagi Anda yang ingin melaksanakan puasa syawal, harus mulai dengan membaca niat ada malam hari. Melaksanakan puasa syawal sama dengan melaksanakan puasa Ramadhan, dimulai sejak fajar hingga matahari terbenam.
Berikut lafal niat puasa syawal,
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.
Jika Anda lupa melafalkan niat pada malam hari, Anda bisa membaca niat puasa syawal di siang hari dengan syarat belum makan dan minum, serta belum melakukan sesuatu hal lain yang dapat membatalkan puasa. Berikut lafal niat puasa syawal di siang hari;
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.
Waktu Paling Utama Melaksanakan Puasa Syawal
Ada dua pendapat yang menjelaskan tentang Waktu paling utama dalam melaksanakan puasa syawal. Pendapat pertama berasal dari mazhab Hanafiyyah, Syafi‘iyyah, dan Hanabilah meyakini bahwa puasa syawal yang terbaik atau afdal adalah langsung setelah idul fitri, yakni pada tanggal 2 syawal. Kemudian dilaksanakan secara berurutan sebanyak enam hari.
Pendapat kedua menyatakan puasa syawal tidak harus dilaksanakan tepat setelah shalat ied. Sebaiknya umat Islam menghormati suasana lebaran terlebih dahulu sehingga bisa berbahagia Bersama tamu-tamu di hari raya idul fitri. Puasa syawal bisa ditunda dihari berikutnya dan tidak harus berurutan.
Menurut penjelasan Syekh Ibrahim Al-Baijuri, bagi yang tidak melaksanakan puasa syawal, tidak akan mendapatkan dosa. Bagi yang melaksanakan puasa di luar tanggl 2-7 syawal pun tetap mendapatkan pahala puasa syawal.
Syekh Ibrahim Al-Baijuri menyatakan;
وإن لم يصم رمضان كما نبه عليه بعض المتأخرين والظاهر كما قاله بعضهم حصول السنة بصومها عن قضاء أو نذر
Artinya, "Puasa Syawal tetap dianjurkan meskipun seseorang tidak berpuasa Ramadhan-seperti diingatkan sebagian ulama muta'akhirin-. Tetapi yang jelas-seperti dikatakan sebagian ulama-seseorang mendapat keutamaan sunah puasa Syawal dengan cara melakukan puasa qadha atau puasa nadzar (di bulan Syawal)," (Lihat Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri 'alâ Syarhil 'Allâmah Ibni Qasim, Darul Fikr, Juz I, Halaman 214).
Demikian itu informasi puasa syawal sampai kapan. Semoga dapat dipahami.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
5 Ide Jualan Takjil Bulan Puasa Kekinian, Modal Kecil tapi Paling Laris!
-
Sidang Isbat Puasa Ramadan 2026 Tayang di TV Apa? Ini Jadwal dan Link Nontonnya
-
35 Ucapan Imlek 2026 Bahasa Mandarin yang Simpel dan Penuh Makna
-
Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya
-
Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026 untuk Pekerja Pemerintah dan Swasta
-
5 Merk Smart TV Awet yang Layarnya Tidak Mudah Bergaris
-
25 Ucapan Maaf Menjelang Ramadan Bahasa Sunda, Siap Dikirimkan ke Grup WhatsApp
-
Domino Bukan Sekadar Permainan: Intip Transformasinya Jadi Olahraga Pikiran Profesional di Makassar
-
Lebih dari Sekadar Es Krim, Halocoko Torehkan Rekor MURI Lewat Gerakan Sosial
-
Ini Dia Sensasi Baru RicheeseGPT: Ayam Goreng dengan Keju Parmesan Melimpah Tanpa Pedas Menyengat!