Laporan penahanan ijazah ini dikirim ke Rumah Aspirasi. Mendapatkan laporan meresahkan tersebut, Cak Ji langsung menanggapi. Ia dan timnya melakukan inspeksi mendadak ke lokasi perusahaan.
Sayangnya, Cak Ji justru mendapatkan perlakuan kurang baik sesampainya di sana. Pihak perusahaan memilih untuk menutup semua akses masuk sehingga Cak Ji tidak bisa bertemu pemilik usaha.
Tak kehilangan akal, Cak Ji pun mencoba menghubungi langsung pemilik perusahaan, yaitu DI. Lagi-lagi, Cak Ji menerima perlakuan tak baik dari DI yang menuduhnya menipu.
"Saya gak kenal sama sampeyan, sampeyan ini penipu!" ucap DI dalam cuplikan video saat Cak Ji berusaha menghubunginya.
Sontak, tindakan pemilik perusahaan itu langsung viral. Warganet menyorot tajam adab sang pemilik usaha kepada Wakil Wali Kota Surabaya tersebut.
Alih-alih meminta maaf dan klarifikasi, pemilik perusahaan malah melaporkan Cak Ji ke kepolisian. DI melaporkan orang kedua di kota Surabaya itu atas tuduhan pelanggaran UU ITE.
DI tak terima perusahaannya dituduh menahan ijazah mantan pekerjanya. Laporannya pun diterima oleh pihak Polda Jawa Timur.
Mengenai pelaporannya, Cak Ji mengaku akan memenuhi panggilan kepolisian. Ia bahkan siap melaporkan balik DI atas kasus dugaan penahanan ijazah yang tak sesuai prosedur.
Langkah Cak Ji langsung mendapatkan dukungan dari publik. Sosoknya dinilai sebagai salah satu pejabat daerah yang berani menumpas oknum tak bertanggungjawab.
Baca Juga: Profil CV Sentosa Seal Surabaya, Pabrik Diduga Tahan Ijazah Karyawan Hingga Resign
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Profil CV Sentosa Seal Surabaya, Pabrik Diduga Tahan Ijazah Karyawan Hingga Resign
-
Siapa Jan Hwa Diana? Diadukan Karyawan Karena Tahan Ijazah, Malah Polisikan Wawalkot Surabaya
-
LinkedIn Top Companies 2025, Bank Mandiri Raih Peringkat Pertama dalam Pengembangan Karier
-
Apakah Perusahaan Boleh Menahan Ijazah Karyawan?
-
KPK Ungkap Kerugian Negara Akibat Kasus PGN Mencapai USD 15 Juta
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim