Suara.com - Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan ML (23) terhadap kekasihnya, SA (19) menggegerkan publik baru-baru ini.
Jasad SA pertama kali ditemukan warga Desa Gunung Sari yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak pada Jumat (18/4/2025) pukul 17.00 WIB.
Warga mencium bau tidak sedap dan menemukan jasad SA dalam keadaan tidak utuh dan rusak tertutup daun pisang di area perkebunan karet.
Warga lantas melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Jenazah SA kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
Pihak kepolisian pun akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku, yaitu ML yang merupakan kekasih SA di kediamannya yang berlokasi di Kampung Ciberuk.
Pelaku kini ditahan di Kantor Satreskrim Polresta Serang Kota. Atas perbuatannya, ML dikenai Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.
"Saat ini, pelaku sudah dibawa ke kantor Polresta Serang Kota untuk menjalani pemeriksaan," beber Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Salahuddin dikutip pada Selasa (22/4/2025).
Kronologi dan Motif ML Mutilasi SA
Kejadian keji ini bermula saat SA mengaku hamil dan mendesak ML untuk bertanggung jawab dengan menikahinya.
Permintaan SA ini membuat ML emosi. Hingga akhirnya pada Minggu (13/4/2025), pelaku mengajak korban membeli bakso di wilayah Ciomas.
Usai makan bakso, pelaku mengajak korban ke daerah Peninjauan dengan dalih ingin membicarakan soal kehamilan SA.
Pelaku lantas mengajak korban ke daerah Gunung Kupa. Pelaku beralasan ingin melakukan transaksi cash on delivery (COD).
Selama perjalanan, korban mendesak pelaku agar bertanggung jawab hingga akhirnya pelaku emosi dan membawa SA ke area perkebunan karet yang sepi.
Di tengah perkebunan karet tersebut, pelaku mencekik korban menggunakan kerudung yang dipakai SA. ML lantas mendorong SA dari tebing.
Pelaku kembali mencekik korban hingga tewas, lalu pulang ke rumah untuk mengambil golok. Ia lantas kembali ke lokasi dan memutilasi SA.
Berita Terkait
-
Ciri-ciri Psikopat Narsistik Mirip Pembunuh Mutilasi Wanita dalam Koper di Ngawi, Sikapnya Antisosial!
-
Apa Itu Psikopat Narsistik? Kepribadian yang Dimiliki Antok, Pelaku Mutilasi Ngawi
-
Kronologi Lengkap Mutilasi di Ngawi: Cekcok di Hotel Berujung Tubuh Dipotong, Dibuang di 3 Lokasi
-
Sadis! Ini Kronologi Mutilasi Wanita Dalam Koper di Ngawi, Pelaku Sempat Inapkan Potongan Tubuh di Rumah Nenek
-
Motif Mutilasi Sadis di Ngawi Terungkap, Suami Siri Sakit Hati Anak Disebut Bakal Jadi PSK
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan