Suara.com - Belakangan, makanan khas Filipina bernama balut tengah viral di media sosial TikTok. Banyak pengguna TikTok maupun food vlogger yang membuat video mukbang balut dan mengunggahnya ke akun mereka.
Balut sendiri merupakan telur berisi embrio bebek yang hampir sempurna kemudian direbus dan dimakan. Tak cuma di Filipina, balut juga bisa ditemukan di Kamboja dan Vietnam.
Banyak kalangan menilai balut sebagai salah satu kuliner ekstremm karena bentuknya yang menjijikkan. Tapi di sisi lain, makanan ini dipercayai sebagai afrodisiak dan berprotein tinggi.
Lantas, seperti apa asal-usul balut? Berikut ulasannya.
Asal-usul Balut
Meski kini menjadi makanan populer di Filipina, balut ternyata berasal dari China. Melansir dari laman Food Republic, dalam teks-teks China yang berasal dari tahun 1830 disebutkan tentang telur yang menetas dan dierami selama 10 hingga 12 hari.
Tetapi telur-telur tersebut jauh dari makanan jalanan yang terjangkau. Kala itu, mereka adalah makanan lezat yang dinikmati oleh orang-orang kaya di pesta-pesta mewah.
Beberapa sejarawan juga menemukan bahwa di Tiongkok sendiri ada makanan serupa yang disebut "maodan", artinya "telur berbulu". Maodan hadir untuk memperpanjang umur simpan telur pada saat pendinginan belum ditemukan.
Dari sanalah konsep balut berkembang, lalu diadaptasi sesuai selera lokal Filipina.
Balut bahkan dianggap sebagai sepupu jauh dari telur abad China dan telur asin, yang semakin memperkuat ikatan leluhurnya.
Baca Juga: 5 Kuliner Tapanuli yang Bikin Nagih, Bisa jadi Pilihan Wisatawan saat Liburan
Popularitas Balut di Filipina dimulai setelah pedagang Tiongkok menetap di tepi Laguna de Bay — wilayah yang menjadi rumah bagi bebek Mallard, yang memberikan peluang besar untuk produksi telur bebek dan, selanjutnya, balut. Peternakan bebek berkembang pesat di daerah tersebut sehingga satu pemukiman kemudian diberi nama Kotamadya Pateros, atau peternak bebek.
Wilayah tersebut pernah dikenal sebagai ibu kota balut negara tersebut dan terkenal karena telurnya yang berkualitas tinggi, Pateros merupakan rumah bagi sekitar 400.000 bebek di masa jayanya.
Cita Rasa Balut
Saat ini, balut bahkan menjadi ikon kuliner Filipina yang dikenal dunia. Balut bisa dengan mudah ditemukan di toko kaki lima pada malam hari. Makanan ini kadang disajikan dengan bir.
Rasa balut dikatakan cukup unik karena terdapat banyak elemen. Sementara cairan atau supnya terasa seperti kaldu ayam encer, embrionya memiliki sedikit rasa cuka, dan kuning telurnya mengingatkan pada puding tapi amis.
Untuk menikmati setiap elemen dan rasa serta teksturnya yang unik, memakan balut memerlukan beberapa keterampilan. Alih-alih memecahkan seluruh telur, balut biasanya dimakan dengan membuat lubang kecil di bagian atas telur.
Sedikit garam ditaburkan di dalamnya dan sup hangat yang gurih itu diseruput. Setelah supnya habis, sisa cangkang dikupas lalu kuning telur dan embrio diambil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard