Suara.com - Penyakit jantung merujuk pada sekelompok kondisi yang memengaruhi fungsi normal jantung, seperti jantung koroner, gagal jantung, aritmia atau detak jantung abnormal, dan penyakit jantung bawaan.
Penderitanya mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami penyakit jantung karena tandanya tidak terlihat jelas. Selain itu, setiap orang juga tidak memiliki gejala yang sama.
Berdasarkan MedlinePlus, gejala seperti nyeri dada, pembengkakan pergelangan kaki, dan sesak napas merupakan indikasi umum dari adanya masalah pada jantung.
Mengetahui gejala penyakit jantung sedari awal akan membuat penderita maupun orang-orang sekitarnya waspada sehingga segera mencari tindakan medis yang tepat.
1. Sakit dada
Sakit dada ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman di daerah dada, yakni dari leher hingga perut bagian atas. Rasanya seperti dada atau jantung diremas. Bisa juga disertai dengan nyeri yang tajam dan terbakar.
Umumnya nyeri dirasakan di bawah sternum atau tulang dada, leher, perut, rahang, punggung atas, atau lengan.
Namun, intensitas nyeri tidak bisa menjadi indikasi seberapa parah masalahnya. Beberapa orang merasakan nyeri yang luar biasa, sementara lainnya hanya merasa ketidaknyamanan ringan.
2. Sesak napas
Baca Juga: Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung
Bila jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya, darah akan kembali ke pembuluh vena yang mengalir dari paru-paru ke jantung. Cairan akan bocor ke paru-paru dan menyebabkan sesak napas.
Kondisi di atas merupakan tanda dari gagal jantung atau gagal jantung kongestif.
Sesak napas bisa dirasakan selama beraktivitas, sedang beristirahat, atau ketika berbaring telentang.
3. Batuk atau mengi
Batuk atau mengi yang tidak kunjung hilang bisa jadi merupakan tanda lain bahwa cairan menumpuk di paru-paru. Penderita juga bisa mengeluarkan lendir berwarna merah muda atau berdarah saat batuk.
4. Pembengkakan pada area kaki
Penderita penyakit jantung bisa menderita pembengkakan atau edema pada setiap bagian kaki, umumnya di sekitar pergelangan hingga telapaknya.
Saat jantung tidak berfungsi dengan baik, aliran darah melambat dan menumpuk di pembuluh darah vena di tungkai. Hal ini menyebabkan cairan menumpuk di jaringan tubuh.
Selain itu, penderita juga bisa menderita pembengkakan di perut dan mengalami penambahan berat badan tanpa disengaja.
5. Pasokan darah buruk pada anggota gerak tubuh
Penyempitan pembuluh darah yang membawa darah ke bagian tubuh lain tidak sama dengan penyakit jantung, tetapi bisa berarti penderita memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung.
Hal itu dapat terjadi ketika kolesterol dan bahan lemak lainnya (plak) menumpuk di dinding arteri.
Anggota gerak yang umumnya terpengaruh dari buruknya pasokan darah pada penderita sakit jantung adalah kaki. Kaki menjadi nyeri, pegal-pegal, lelah, terbakar atau tidak nyaman pada otot kaki, betis, atau paha.
Gejala yang sering muncul saat berjalan atau berolahraga, dan hilang setelah beberapa menit istirahat.
Mati rasa di kaki atau telapak kaki saat beristirahat. Kaki juga terasa dingin saat disentuh, dan kulit tampak pucat.
6. Kelelahan
Kelelahan bisa menjadi tanda adanya masalah jantung bila tubuh merasa jauh lebih lelah dari biasanya hingga menganggu aktivitas sehari-hari. Ini sangat umum terjadi pada perempuan.
Kondisi kelelahan ekstrem ini pada penderita sakit jantung biasanya terjadi secara mendadak.
7. Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi)
Jika jantung seseorang tidak dapat memompa darah dengan baik, jantung mereka mungkin berdetak lebih cepat untuk mengimbanginya. Tandanya bisa berupa jantung berdebar lebih kencang atau berdenyut.
Detak jantung yang cepat atau tidak teratur juga bisa menjadi tanda aritmia. Ini adalah masalah dengan denyut jantung atau ritme jantung.
Jika mengalami tanda-tanda penyakit jantung seperti di atas, segera pergi ke dokter terdekat supaya mendapat tindakan medis segera.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
5 Hair Tonic Pria Terbaik untuk Atasi Garis Rambut Mundur, Ampuh Kembalikan Kepercayaan Diri
-
7 Resep Kue Kering Khas Lebaran yang Mudah dan Anti Gagal untuk Pemula
-
Cara Memilih Bedak untuk Usia 50-an, Ini 5 Produk Aman yang Layak Dicoba
-
15 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 ke Atas untuk Perlindungan Maksimal dari Sinar Matahari
-
Resep Ayam Bacem Khas Jogja untuk Hidangan Spesial Keluarga di Rumah
-
5 Rekomendasi Merek Sneakers Lokal untuk Kaki Besar, Ada yang Punya Size sampai 47
-
6 Rekomendasi Tas untuk Tektok Gunung, Merek Lokal Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu Eiger untuk Hiking dan Aktivitas Harian dengan Material Breathable
-
Tak Sekadar Promo, Begini Strategi Ritel Dekat dengan Generasi Muda Lewat Digital
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Senyaman Hoka Clifton untuk Long Run