Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat, kebutuhan akan nutrisi yang mudah diserap tubuh semakin mendapat perhatian. Salah satu sumber gizi yang kembali disorot adalah susu sapi, khususnya susu yang mengandung protein A2—varian alami yang kini mulai dilirik karena manfaat kesehatannya.
Susu A2 merupakan jenis susu yang hanya mengandung protein beta-kasein A2, berbeda dengan kebanyakan susu konvensional yang juga mengandung beta-kasein A1. Dalam proses evolusi dan praktik pembiakan modern, banyak sapi menghasilkan kombinasi A1 dan A2, padahal secara alami, sapi dahulu hanya memproduksi A2.
“Protein A2 adalah bentuk protein susu yang secara alami diproduksi oleh sapi sebelum praktik pembiakan modern memperkenalkan protein A1,” jelas Anton Budiharjo, Chief Commercial Officer PT ABC Kogen Dairy dalam siaran pers resmi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa protein A1 dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan pada sebagian orang. Sebaliknya, protein A2 diklaim lebih mudah dicerna dan lebih ramah bagi sistem pencernaan, bahkan untuk individu yang sering merasa kembung atau tidak nyaman setelah minum susu biasa.
“Susu A2 membawa kita kembali ke esensi alami susu, yang lebih nyaman bagi tubuh,” ujar Astrid Widyasanti dari Kin Dairy, salah satu pelaku industri susu segar di Indonesia, dalam keterangannya ditulis Senin (28/5/2025).
Ia menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang manfaat protein A2, terutama untuk generasi muda yang cenderung aktif namun memiliki kebiasaan konsumsi yang cepat dan praktis.
Kolaborasi Inspiratif dengan RANS Simba
Guna memperluas pesan gaya hidup sehat, KIN Dairy menggandeng RANS Simba Basketball. Klub basket ini dikenal dengan semangat pembinaan dan gaya hidup aktif. Kolaborasi ini tidak hanya dalam bentuk sponsorship, tetapi juga kampanye edukatif dan brand ambassadorship.
“Kolaborasi antara KIN Dairy dan RANS Simba Basketball adalah wujud nyata dari keyakinan kami bahwa performa terbaik – baik di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari – berawal dari gaya hidup yang aktif dan pilihan nutrisi yang tepat sejak dini,” kata Anton.
Baca Juga: Kulit Wajah Auto Mulus Gunakan Masker Buatan Sendiri, Cuma Perlu 2 Bahan Rumahan
Gading Marten, Presiden RANS Simba, menambahkan, “Gaya hidup sehat bukan hanya tren. Ini adalah identitas generasi muda hari ini. Dengan memilih susu A2 dari KIN Dairy, kami ingin menanamkan kebiasaan baik sejak dini – bahwa menjadi aktif dan memilih asupan bergizi adalah kunci untuk tumbuh kuat dan berprestasi.”
Tantangan Gizi dan Ketergantungan Impor
Di Indonesia, sekitar 80% kebutuhan susu masih dipenuhi melalui impor. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan ketersediaan nutrisi berkualitas bagi masyarakat, terutama dalam bentuk yang segar dan mudah diakses. Di sisi lain, Indonesia menghadapi isu gizi yang tidak merata, dengan masih tingginya angka kekurangan protein hewani di kalangan anak-anak dan remaja.
Untuk menjawab tantangan ini, beberapa inisiatif lokal mulai muncul dengan pendekatan berbasis sains dan teknologi. Salah satunya adalah pengembangan peternakan sapi A2 di dataran tinggi Garut, yang menjadi pionir dalam membudidayakan sapi dengan kandungan protein A2 murni.
Peternakan ini menggunakan teknologi modern, mulai dari sistem pemerahan otomatis tanpa sentuhan tangan, hingga pengujian DNA setiap sapi untuk memastikan hanya sapi genetik A2 yang diternakkan.
“Setiap sapi kami tes DNA-nya. Karena hanya sapi A2 yang menghasilkan susu A2. Dengan sapi yang nyaman, akan memberikan produk berkualitas.” jelas dr. Hermanto, Head of Farm Kin Dairy.
Inovasi dalam produksi susu A2, diiringi dengan pendekatan edukatif, membuka peluang untuk membangun kebiasaan konsumsi sehat sejak dini. Ini bukan hanya tentang menghadirkan alternatif yang lebih bersahabat bagi tubuh, tetapi juga soal membentuk masa depan yang lebih kuat secara fisik dan mental.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan