Suara.com - Minuman kemasan yang manis memang menyegarkan, terlebih jika dikonsumsi dalam keadaan cuaca terik di siang hari. Namun, terlalu sering mengonsumsinya akan berbahaya bagi kesehatan, terutama ginjal.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai hubungan gula dengan ginjal, mari kita mencari tahu lebih dulu apa yang dimaksud dengan gula.
Apa sebenarnya gula itu?
Dikutip dari laman resmi National Kidney Foundation, gula terbagi menjadi beberapa jenis, yakni fruktosa, glukosa, dann sukrosa. Semua jenis itu diproses oleh tubuh secara berbeda.
Buah biasanya mengandung gula alami. Sementara makanan olahan juga mengandung gula olahan.
Bila gula alami bagus untuk tubuh, pemanis buatan atau olahan yang akan membuat tubuh tidak sehat. Masalah yang timbul akibat konsumsi berlebihan adalah penambahan berat badan, diabetes, dan obesitas.
Bagaimana gula memengaruhi ginjal?
Gula tidak menjadi masalah bagi ginjal bila dikonsumsi dalam jumlah normal. Tetapi bila terlalu banyak, maka akan memicu penyakit diabetes 2.
Ketika kadar gula darah tinggi, maka akan semakin banyak gula yang dibuang melalui urin.
Baca Juga: Angka Gagal Ginjal Meningkat, Terapi Hemodiafiltrasi jadi Harapan Baru
Pada ginjal yang normal, hal itu tidak menjadi masalah. Tetapi bila sudah menderita diabetes, risikonya adalah kerusakan ginjal.
Diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah ginjal dan menghancurkan penyaring ginjal. Pada titik ini, ginjal tidak dapat lagi menjalankan tugasnya secara efektif.
Ketika pembuluh darah di ginjal terluka, ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan baik, sehingga lebih banyak air dan garam yang tertahan dan bahan limbah menumpuk di dalam darah.
Cara menjaga kesehatan ginjal
Ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan ginjal supaya tidak mengalami kerusakan dan berakhir terkena gagal ginjal. Berdasarkan laman yang sama, berikut cara menjaga kesehatan ginjal:
1. Mengetahui fakta tentang ginjal
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam