Suara.com - Bagi kamu yang hobi olahraga, khususnya lari, pemilihan sepatu yang tepat bukan hanya soal gaya atau merek. Lebih dari itu, memilih sepatu lari sesuai bentuk kaki bisa membantu mencegah cedera, mengurangi rasa pegal, dan meningkatkan performa saat berlari. Sayangnya, masih banyak orang yang asal pilih sepatu lari tanpa mempertimbangkan bentuk kaki dan pola pijakan.
Berbagai merek ternama seperti Nike, Adidas, Asics, hingga merek lokal kini menawarkan beragam tipe sepatu lari dengan fitur berbeda-beda. Tapi semua akan sia-sia kalau kamu tidak mengenali kebutuhan kaki sendiri. Yuk, simak tips memilih sepatu lari terbaik sesuai bentuk kaki kamu agar aktivitas olahraga makin nyaman dan maksimal.
1. Kenali Bentuk Kaki: Netral, Pronasi, atau Supinasi
Langkah pertama dalam memilih sepatu lari yang tepat adalah mengenali tipe kaki dan pola telapak saat menapak. Umumnya, ada tiga tipe:
Netral (Normal Arch): Telapak kaki menapak secara seimbang. Ini tipe paling umum.
Overpronation (Flat Arch): Telapak kaki cenderung menekuk ke dalam secara berlebihan saat lari.
Underpronation/Supinasi (High Arch): Kaki cenderung bertumpu pada bagian luar saat menapak.
Cara mudah mengetahuinya adalah dengan melakukan tes basah. Basahi kaki, injakkan pada kertas atau lantai gelap, lalu lihat jejaknya. Dari sana kamu bisa menentukan tipe kaki.
2. Untuk Kaki Normal (Netral)
Jika kamu punya struktur kaki netral, kamu beruntung karena cocok dengan banyak jenis sepatu lari. Pilihlah sepatu dengan cushioning seimbang dan support standar. Hindari sepatu yang terlalu kaku atau terlalu fleksibel.
Rekomendasi sepatu:
Baca Juga: Awas Salah Pilih! Ini 10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali Lulusannya
Nike Air Zoom Pegasus
Adidas Ultraboost Light
Skechers GOrun Ride
3. Untuk Flat Foot / Overpronasi
Bagi pemilik kaki datar, bagian dalam kaki terlalu banyak menekuk ke dalam saat berlari. Ini rentan menyebabkan nyeri lutut atau cedera. Pilih sepatu dengan motion control atau stability shoes yang memberi dukungan di bagian dalam kaki.
Ciri-ciri sepatu yang tepat:
Midsole lebih tebal di bagian dalam
Ada arch support atau teknologi anti-roll
Outsole lebih stabil
Rekomendasi sepatu:
Asics Gel-Kayano
Brooks Adrenaline GTS
New Balance 860
4. Untuk High Arch / Supinasi
Kaki dengan lengkungan tinggi butuh sepatu dengan bantalan maksimal agar tekanan saat menapak bisa tersebar merata. Hindari sepatu dengan support terlalu kaku karena bisa memperburuk supinasi.
Pilih sepatu dengan fitur:
Extra cushioning
Lightweight & flexible
Midsole lembut dan responsif
Rekomendasi sepatu:
Hoka One One Clifton
Nike ZoomX Invincible Run
Asics Gel-Nimbus
5. Selalu Coba dan Tes di Toko
Kalau kamu belanja sepatu langsung di toko, jangan ragu untuk mencobanya sambil berjalan atau berlari ringan. Rasakan bantalan, stabilitas, dan apakah ada bagian yang mengganjal. Jangan cuma lihat desain atau merek.
Tips saat mencoba:
Gunakan kaus kaki olahraga yang biasa kamu pakai
Coba di sore hari saat kaki sudah sedikit membesar
Berlari kecil di dalam toko jika diizinkan
6. Sesuaikan dengan Medan Lari
Jangan lupakan juga jenis medan tempat kamu biasa berlari:
Treadmill atau aspal rata: Gunakan sepatu dengan cushioning optimal.
Trail atau jalur tanah berbatu: Gunakan trail running shoes yang punya grip kuat dan pelindung tambahan.
7. Perhatikan Umur Sepatu
Sepatu lari idealnya diganti setiap 500–800 km pemakaian tergantung intensitas latihan. Sepatu yang sudah kehilangan bantalan bisa meningkatkan risiko cedera.
Memilih sepatu lari yang sesuai bentuk kaki bukan hanya untuk kenyamanan, tapi juga untuk menjaga kesehatan kaki dalam jangka panjang. Kenali tipe kaki kamu, pahami kebutuhan support dan cushioning, serta sesuaikan dengan medan lari. Jangan sampai karena salah pilih sepatu, niat hidup sehat malah berujung cedera.
Kalau kamu sedang mencari sepatu lari terbaik sesuai tipe kaki, yuk cek rekomendasi terbaru dari merek seperti Nike, Asics, dan Hoka yang banyak tersedia di toko resmi maupun e-commerce. Selamat berburu sepatu lari yang pas dan nyaman!
Tag
Berita Terkait
-
Rekomendasi Outfit Simpel Bisa Disesuaikan untuk Berbagai Bentuk Tubuh
-
3 Alasan Kamu Berhak Tahu Mutu Beras, Jangan Sampai Tertipu
-
Rekomendasi Sikat Botol dan Dot Bayi Terbaik, Aman dan Ramah Budget
-
Rahasia Dapur Modern Hemat Energi Terungkap! Pelajari 5 Tips Penting Ini Yuk
-
Awas Salah Pilih! Ini 10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali Lulusannya
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Ruang Bermain yang Bisa Bergerak di Tengah Kota
-
5 Deker Lutut untuk Atasi Nyeri Sendi pada Lansia, Mulai dari Rp80 Ribuan
-
5 Rekomendasi Azarine Sunscreen Terbaik untuk Kebutuhan Kulit Kamu
-
Jelang Ramadan 2026, Ini 6 Tren Modest Fashion versi Jenama Lokal di Bazar
-
5 RoadBike Murah Keren Mulai 1 Jutaan, Solusi Anti Stres Tanpa Bikin Kere
-
5 Merek Gula Rendah Kalori Murah untuk Diabetes dan Diet, Bisa Ditemukan di Supermarket
-
5 Sunscreen Broad Spectrum untuk Cegah Kerutan dan Flek Hitam, Mulai dari Rp30 Ribuan
-
Review dan Harga Face Wash Sombong 5-in-1, Sabun Cuci Muka Milik Denny Sumargo
-
Ucapan Selamat Hari Gizi Nasional untuk Kolega, Formal dan Informal
-
6 Produk GEUT Milik dr Tompi untuk Atasi Melasma, Mulai dari Rp100 Ribuan