Sound Horeg Ada sebelum Memed Viral: Diyakini Muncul di Tahun 2014
Berdasarkan beberapa sumber lokal dari masyarakat Jawa Timur dan penelitian dari tim Allya Salsa Bilatul Kh, sound horeg sudah ada sejak satu dekade yang lalu.
Pawai sound system sudah ada di Jawa Timur sejak tahun 2014.
Kala itu, berbagai penyedia jasa sound system berlomba-lomba untuk memamerkan teknologi tercanggih yang mereka miliki.
Berbagai pihak memamerkan sound system yang mereka miliki melalui berbagai pawai.
Pawai-pawai tersebut umumnya hanya terbatas pada pawai Idul Fitri dan Idul Adha.
Volume atau skala dari sound system yang digunakan kala itu juga tak ekstrem seperti sekarang dan masih relatif dapat ditolerir oleh masyarakat lokal.
Pawai sound system juga awalnya terbatas pada beberapa daerah di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Sidoarjo, Malang, hingga beberapa area di Surabaya.
Namun lambat laun, muncul istilah sound horeg pada tahun 2020-an. Para pegiat sound system akhirnya mulai meningkatkan skala alat yang mereka pakai dalam pawai.
Bahkan, hasil dari sound yang dipakai menimbulkan dampak seperti kerusakan rumah dan bangunan sekitar.
Baca Juga: Gus Irfan Wesi Gunakan Pidato Bung Karno untuk Dukung Sound Horeg
Uniknya, istilah horeg diambil dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti 'gempa', sebagaimana yang dijelaskan dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (KBJI) oleh Kemendikbud.
Istilah horeg yang berarti gempa dipakai untuk mencerminkan dampak sound system yang dipakai sekarang.
Dampak dari sound horeg akhirnya menuai kontroversi.
Tim media dari Universitas Muhammadiyah Surakarta melansir bahwa beberapa ahli seperti dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dr. Arne Laksmiasanti., Sp.THT-KL telah mewanti-wanti batas volume suara yang bisa ditolerir telinga manusia.
Berdasarkan penelitian yang disajikan, hasil dari sound horeg ternyata memberikan dampak yang besar bagi pendengaran masyarakat sekitar.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Momen Langka: Tiga Pemimpin Sakya Dunia Pimpin Doa Bersama untuk Perdamaian Indonesia
-
Nikita Willy dan Indra Priawan Bagikan Tips Berpakaian Cerdas untuk Keseharian dan Traveling
-
Rangkaian Skincare Skintific untuk Hempas Flek Hitam dan Kerutan Usia 50 Tahun
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Kapan Dibuka? Cek Jadwal Pemesanan dan Tanggal Keberangkatan
-
Terpopuler: Shio yang Beruntung di Pekan Terakhir Januari, Harga Tiket Kereta Lebaran 2026
-
Bukan Sekadar Koleksi: Collectible Card Bisa Jadi Media Belajar dan Bermain
-
Berapa Harga Lipstik Dior? Simak 13 Varian dan Harganya
-
Transisi dari Kerja 9-5 ke Remote Work: Konsultasi Karir untuk Office Workers
-
Siapa Paling Hoki? Ini Daftar 5 Shio Beruntung dan Makmur di 27 Januari 2026
-
7 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Anak-Anak, Main di Luar Jadi Tenang