"Atas nama pemerintah Belanda, saya ingin mengungkapkan penyesalan mendalam atas semua penderitaan ini. Mari kita menyongsong masa depan bersama-sama dengan penuh kayakinan," ujar Bot.
Pernyataan tersebut dipertegas dengan ungkapan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada 4 Juni 2023, yang menyatakan secara eksplisit bahwa Belanda mengakui 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Indonesia tanpa syarat.
"Belanda mengakui sepenuhnya dan tanpa syarat bahwa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945," ujar Mark.
Belanda sebenarnya sudah cukup lama ingin mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Namun, niat tersebut selalu ditentang, khususnya oleh kelompok veteran yang merasakan pahitnya digempur militer Indonesia.
Mengapa Belanda Enggan Mengakui 17 Agustus 1945?
Ada beberapa alasan utama mengapa Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal proklamasi, berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Implikasi Hukum Internasional
Jika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945, maka agresi militer yang mereka lakukan pada 1947 dan 1948 menjadi perbuatan terhadap negara yang telah merdeka, sebuah pelanggaran hukum internasional dan Persetujuan Linggarjati akhirnya dibuat. Dengan demikian Belanda bisa dituntut ganti rugi besar atas agresinya.
2. Penolakan atas Tanggung Jawab Moral dan Politik
Baca Juga: Tanggal Merah Bulan Agustus 2025 Ada Berapa? Bonus Libur dari Pemerintah Siap Dinikmati
Belanda enggan mengakui kesalahan masa lalu secara penuh karena itu berarti pihaknya harus bertanggung jawab atas kekerasan dan penjajahan yang dilakukan, termasuk agresi militer yang menelan korban banyak jiwa.
3. Domestik dan Kepentingan Ekonomi
Indonesia dulu merupakan "lumbung" ekonomi bagi Belanda. Mengakui kemerdekaan pada 1945 berarti melepaskan klaim dan dominasi terhadap sumber daya.
Argumen politik serta wacana internal Belanda mencerminkan keinginan untuk mempertahankan pengaruh dan keistimewaan ekonomi mereka di negeri jajahan.
Dalam survei yang dilakukan Historia.id bersama De Volkskrant (Belanda), lebih dari 52% responden Indonesia menolak alasan Belanda mengakui kemerdekaan pada tanggal 27 Desember 1949 karena menurut mereka Belanda telah kehilangan otoritas atas Indonesia sejak 1945.
Hanya sekitar 16% responden yang menerima karena berpandangan bahwa kedaulatan formal memang baru terjadi empat tahun kemudian.
Meskipun demikian, bagi rakyat Indonesia, tanggal 17 Agustus bukan sekadar angka atau formalitas hukum, melainkan simbol perjuangan dan kedaulatan yang diraih dengan darah dan semangat juang.
Pengakuan dari pihak luar memang penting dalam konteks diplomasi, tetapi esensi kemerdekaan sejati telah hidup dalam hati bangsa Indonesia sejak hari proklamasi itu dikumandangkan.
Demikian informasi mengenai alasan mengapa Belanda tidak lansgung mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Tanggal Merah Bulan Agustus 2025 Ada Berapa? Bonus Libur dari Pemerintah Siap Dinikmati
-
Rayakan Kemerdekaan di Istana Negara, Begini Cara Daftar Acara HUT ke-80 RI via Online
-
10 Kumpulan Puisi Pendek 17 Agustus: Ekspresikan Nasionalisme dengan Kata-kata Menyentuh Hati
-
HUT RI Bukan 17 Agustus? Ini Argumen Mengejutkan Sejarawan Anhar Gonggong
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement