Pun jika memang mengalami kerusakan dan Setjen DPR mengeluarkan sejumlah dana pemeliharaan, hal ini dianggap sebagai kewajaran karena penggunaan fasilitas negara tersebut.
Berangkat dari pernyataan ketidakseimbangan anggaran pemeliharaan, dapat diasumsikan bahwa biaya perbaikan per bulan yang diberikan juga berkisar pada angka tunjangan rumah yang diberikan dalam variabel gaji tadi bukan?
Dinilai Niretika
Tidak sedikit netizen yang menanggapi pedas terkait penambahan variabel gaji di dalam penerimaan anggota DPR ini.
Negara secara formal menyatakan melakukan efisiensi anggaran, yang dampaknya dirasakan oleh rakyat secara luas dalam bentuk penghematan dan penurunan daya beli.
Namun di sisi lain, DPR yang menjadi wakil rakyat, justru mendapatkan tambahan variabel gaji yang nilainya sangat besar jika dibandingkan dengan gaji masyarakat kebanyakan. Di waktu yang sama, bahkan UMR tertinggi di Indonesia hanya berkisar di angka Rp5.600.000-an.
Secara logis satu bulan gaji anggota DPR lengkap dengan semua tunjangannya setiap bulan dapat membayar sekurang-kurangnya 17 bulan gaji pada UMR tertinggi yang saat ini dipegang oleh Kota Bekasi ini.
Dapat dibayangkan jika perhitungannya menggunakan standar UMR terendah di Indonesia bukan?
Tindakan niretika yang terasa jelas ini kemudian menimbulkan keresahan banyak orang, dan membuat publik menyoroti hal tersebut.
Baca Juga: Tak Punya Akal, Celios Kritik Keras Kenaikan Tunjangan DPR: Lebih Baik Digunakan Untuk Daerah
Itu tadi sedikit penjelasan tentang apakah anggota DPR tidak punya rumah dinas dari negara, terkait dengan tunjangan rumah yang diberikan dalam aturan terbaru. Semoga menjadi artikel yang berguna, dan selamat melanjutkan aktivitas berikutya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Sindir Tunjangan DPR Naik, Baskara Putra Ajak Warga Semangat Kerja untuk Patungan
-
Bikin Geleng-Geleng Kepala, Anggota DPR Usul Gerbong Rokok di Kereta: Pada Adu Bobrok!
-
Anggota DPR Swedia Naik Transportasi Umum dan Hidup Sederhana, kalau Wakil Rakyat di Senayan?
-
Kekayaan Nafa Urbach yang Dukung Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta Per Bulan
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI
-
Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik
-
Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG
-
Pesona Alam di Bawah Bayang-Bayang Ekskavator: 4 Wisata Indonesia yang Terdampak Tambang
-
4 Body Serum Efek Tone Up Bikin Kulit Lebih Cerah, Harga Murah Rp30 Ribuan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah
-
Bongkar 30 Pelanggaran Hukum! Tim Hukum Febrie Optimis Menang Praperadilan
-
Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres
-
Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI