- Purbaya Yudhi Sadewa resmi gantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.
- Ia bergelar doktor ekonomi dari Purdue University, AS.
- Berpengalaman panjang di pemerintahan dan sektor swasta.
Suara.com - Purbaya Yudhi Sadewa resmi diangkat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. Prosesi pelantikan berlangsung di Jakarta pada Senin, 8 September 2025.
Ia hadir dalam acara pelantikan Menteri serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Sisa Masa Jabatan 2024–2029 yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian penggalan sumpah jabatan yang dibacakan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," lanjutnya.
Usai resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan, publik mulai menyoroti latar belakang pendidikan dan perjalanan karier Purbaya.
Latar Belakang Pendidikan Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa kini menduduki jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani. Ia lahir di Bogor pada 7 Juli 1964.
Sebelum dipercaya menjadi Menkeu, Purbaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak tahun 2020.
Mengacu pada data dari laman resmi LPS, ia menempuh pendidikan S1 di Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB).
Baca Juga: Sri Mulyani Digantikan Purbaya Yushi Sadewa, Intip 4 Kontroversi Eks Menkeu Belakangan Ini
Kemudian, ia melanjutkan studi dan meraih gelar Master of Science (M.Sc) serta gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Selain prestasi akademik, Purbaya juga meniti karier panjang di pemerintahan maupun sektor non-pemerintahan.
Ia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Marves pada Mei 2018–September 2020.
Sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada Juli 2016–Mei 2018.
Kemudian, Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada November 2015–Juli 2016.
Ia juga sempat menjabat Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden pada April 2015–September 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Ramalan Shio Hari Ini 11 Maret 2026, Siapa yang Paling Beruntung?
-
Arti Minal Aidin Wal Faizin yang Sebenarnya, Bukan Mohon Maaf Lahir Batin
-
5 Sunscreen Bikin Wajah Glowing saat Lebaran, Harganya Mulai Rp29 Ribuan
-
25 Link Kartu Ucapan Idul Fitri 2026 Menarik, Bisa Download dan Diedit untuk Medsos
-
8 Menu Buka Puasa untuk Penderita Asam Lambung Tanpa Santan
-
Bolehkah THR Dicicil? Cermati Ketentuannya dalam Regulasi yang Berlaku
-
Doa agar Dipermudah Mendapat Lailatul Qadar, Amalkan di 10 Malam Terakhir Ramadan
-
35 Link Kartu Ucapan Lebaran 2026 Gratis, Siap Dibagikan ke Teman hingga Keluarga
-
Arti Taqaballahu Minna wa Minkum, Waktu Mengucapkan dan Cara Menjawabnya
-
Terpopuler: Beda Syarat Jadi Wapres di Iran vs Indonesia, Lebaran 2026 Tanggal Berapa?