Lifestyle / Male
Selasa, 09 September 2025 | 08:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan (ANTARA/Azmi Samsul Maarif)

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk merombak susunan Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025) mengejutkan banyak pihak, termasuk mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Mahfud MD secara spesifik menyatakan kekagetannya terhadap pencopotan Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan (BG) dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

"Ya, kalau dari sudut politik agak kaget juga ya saya," ujar Mahfud MD, sembari menambahkan bahwa nama Budi Gunawan menjadi sorotan utama yang paling mengejutkan dari seluruh daftar reshuffle tersebut.

Guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) itu menduga kuat ada pertimbangan politis yang lebih kompleks di balik keputusan ini.

Menurutnya, alasan yang beredar di publik, yakni minimnya penampilan Budi Gunawan saat kerusuhan merebak beberapa waktu lalu, tidak cukup menjelaskan keseluruhan dinamika yang terjadi.

Mahfud MD saat bicara soal DPR RI. [YouTube/Mahfud MD Official]

Mahfud MD menilai, latar belakang Budi Gunawan sebagai intelijen justru membuat ketidakhadiran di publik menjadi hal yang wajar.

Dalam dunia intelijen, peran dan pengaruh tidak selalu ditunjukkan lewat eksposur media, melainkan lewat strategi dan koordinasi di balik layar.

Kilas Balik Karier Gemilang Budi Gunawan: Dari Ajudan Presiden hingga Pimpinan Intelijen

Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. adalah nama yang tak asing di kancah politik dan keamanan nasional.

Baca Juga: Budi Gunawan Dicopot Karena Tidak Mampu Cegah Kerusuhan? Ini Kata Mensesneg

Lahir di Surakarta pada 11 Desember 1959, rekam jejak Budi Gunawan sangat panjang dan cemerlang, baik di institusi Polri maupun lembaga intelijen negara.

Lulusan Akpol 1983 ini mengukuhkan kapasitas intelektualnya dengan meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan predikat summa cum laude pada 2018.

Perjalanan karier Budi Gunawan dipenuhi posisi-posisi strategis:

- Ajudan Presiden dan Wakil Presiden

Budi Gunawan sempat menjabat Ajudan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri (1999-2001) dan berlanjut sebagai Ajudan Presiden RI hingga 2004. Kedekatan ini kerap disorot sebagai faktor penting dalam perjalanan kariernya.

- Puncak Karier di Polri

Load More